Emboli paru adalah kondisi ketika bekuan
darah menyumbat dan menghambat aliran darah ke salah satu arteri di paru.
Bekuan darah ini biasanya berasal dari vena dalam di kaki (deep vein thrombosis
atau trombosis vena dalam) yang kemudian terbawa aliran darah menuju paru.
Emboli paru membahayakan nyawa, karena
sumbatan bekuan darah tersebut dapat menghalangi aliran darah dan mengurangi
kadar oksigen di seluruh tubuh. Meski begitu, kondisi ini bisa ditangani.
Selama dilakukan secara cepat dan tepat, risiko kematian dapat menurun
signifikan. Melakukan langkah-langkah pencegahan untuk menghindari terbentuknya
bekuan darah di kaki juga dapat membantu melindungi Kamu dari risiko emboli
paru.
Penyebab Emboli Paru
Beberapa penyebab emboli
paru
meliputi:
- Penumpukan darah di
bagian tubuh tertentu, biasanya di lengan atau kaki. Kondisi ini sering terjadi
setelah lama tidak bergerak, seperti setelah operasi, tirah baring, atau
perjalanan jauh dengan pesawat maupun kendaraan.
- Cedera pada pembuluh vena,
misalnya akibat patah tulang atau tindakan operasi (terutama pada area panggul,
pinggul, lutut, atau kaki).
- Kondisi medis tertentu,
seperti penyakit kardiovaskular (termasuk gagal jantung kongestif, fibrilasi
atrium, serangan jantung, atau stroke).
- Perubahan faktor pembekuan darah,
baik peningkatan maupun penurunan. Peningkatan faktor pembekuan dapat terjadi
pada beberapa jenis kanker atau pada orang yang menggunakan terapi penggantian
hormon maupun pil KB. Sementara itu, gangguan atau rendahnya faktor pembekuan
darah juga dapat terjadi akibat kelainan pembekuan darah.
:format(webp)/article/BlmIsUyDTNN_YdHUXY_5U/original/xyc47firxvg6sa1z1qisfk7xi2gfdtzn.jpeg?w=3840&q=75)
Gejala Emboli Paru
Gejala emboli paru dapat sangat
bervariasi, tergantung pada seberapa besar bagian paru-paru yang terdampak,
ukuran bekuan darah, serta apakah Kamu memiliki penyakit paru atau jantung yang
mendasarinya.
Gejala yang umum meliputi:
- Sesak
napas.
Gejala ini biasanya muncul secara tiba-tiba. Kesulitan bernapas dapat terjadi
bahkan saat sedang beristirahat dan akan memburuk saat melakukan aktivitas
fisik.
- Nyeri dada.
Nyeri dapat terasa seperti serangan jantung. Biasanya terasa tajam dan semakin
terasa saat menarik napas dalam. Rasa nyeri dapat membuat Kamu sulit bernapas
dalam. Nyeri juga bisa muncul saat batuk, membungkuk, atau condong ke depan.
- Pingsan.
Kamu bisa kehilangan kesadaran jika detak jantung atau tekanan darah turun
secara tiba-tiba. Kondisi ini disebut sinkop.
Gejala lain yang dapat terjadi
pada emboli paru antara lain:
- Batuk yang dapat disertai dahak
berdarah atau bercampur darah
- Detak jantung cepat atau tidak
teratur
- Pusing atau kepala terasa ringan
- Keringat berlebihan
- Demam
- Nyeri atau pembengkakan pada
kaki, atau keduanya, biasanya di bagian belakang tungkai bawah
- Kulit terasa lembap atau berubah
warna menjadi kebiruan (sianosis)
Gejala emboli paru sering kali
tidak spesifik, misalnya sesak napas, yang sebenarnya dapat disebabkan oleh
berbagai kondisi seperti penyakit paru, gangguan jantung, maupun masalah
kesehatan lainnya. Namun, jika sesak napas muncul secara tiba-tiba, kondisi ini
perlu diwaspadai karena bisa mengarah pada emboli paru. Meskipun belum tentu
merupakan penyebabnya, kondisi ini harus dipertimbangkan secara serius,
terlebih pada beberapa kasus pasien juga dapat mengalami pingsan secara
mendadak.
Artikel
Lainnya:Waspada, Gaya Hidup Sedenter Bisa
Memicu Emboli Paru
Siapa yang Paling Berisiko Mengalami Emboli Paru?
Seseorang berisiko lebih tinggi mengalami
emboli paru (PE) jika:
- Memiliki bekuan darah di kaki.
- Tidak aktif dalam waktu lama saat
bepergian dengan mobil, kereta, atau pesawat (misalnya perjalanan jarak jauh).
- Baru saja mengalami trauma atau
cedera pada vena, seperti akibat operasi, patah tulang, atau varises.
- Menggunakan kontrasepsi hormonal
(pil KB, patch, atau cincin vagina) atau terapi penggantian hormon.
- Memiliki gangguan pembekuan
darah.
- Memiliki riwayat keluarga dengan
bekuan darah.
- Merokok.
- Menderita diabetes.
- Mengidap kanker.
- Berusia di atas 60 tahun.
- Memiliki riwayat gagal jantung,
serangan jantung, atau stroke.
- Mengalami kelebihan berat badan
(indeks massa tubuh/IMT lebih dari 25) atau obesitas (IMT lebih dari 30).
- Sedang hamil atau baru melahirkan
dalam enam minggu terakhir.
- Pernah menggunakan kateter vena
sentral melalui lengan atau kaki.
Jika Kamu memiliki salah satu
faktor risiko di atas dan pernah mengalami bekuan darah, konsultasikan dengan
tenaga medis agar dapat dilakukan langkah pencegahan untuk menurunkan risiko
emboli paru.
Komplikasi
Emboli Paru
Emboli paru dapat menyebabkan
berbagai komplikasi serius, antara lain:
- Sianosis
(kulit atau bibir tampak kebiruan akibat kekurangan oksigen)
- Serangan jantung
- Stroke
- Hipertensi pulmonal
(tekanan darah tinggi pada pembuluh darah paru)
- Syok
- Infark paru
(kematian jaringan paru-paru).
Emboli paru merupakan salah satu
kondisi kegawatdaruratan yang perlu diwaspadai. Kondisi ini berbahaya karena
jika tidak terdeteksi, terutama ketika pembuluh darah utama di paru tersumbat
akibat bekuan darah yang berpindah dari kaki ke paru, maka aliran darah ke paru
dapat terhenti.
Ketika aliran darah ke paru
berhenti, darah yang seharusnya kembali ke jantung setelah mendapatkan oksigen
tidak dapat mengalir sebagaimana mestinya. Akibatnya, jantung kekurangan
pasokan darah dan tidak dapat bekerja optimal. Di sisi lain, jantung kanan akan
mengalami pelebaran karena harus bekerja lebih keras untuk memompa darah ke
paru-paru yang tersumbat. Jika kondisi ini berlangsung terus-menerus, maka
dapat berujung pada gagal jantung.
:format(webp)/article/KmcJW2Ryt_2ZCTS59DOmy/original/00zi7up537c1gxb64fwco1g2rf1io6ud.jpeg?w=3840&q=75)
Bagaimana Emboli Paru Didiagnosis?
Setelah mengevaluasi gejala dan faktor
risiko yang Kamu miliki, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan untuk
menegakkan diagnosis emboli paru (PE), antara lain:
- Tes darah, termasuk pemeriksaan D-dimer.
- CT angiogram (Computed Tomography
angiography)
untuk melihat adanya sumbatan pada pembuluh darah paru.
- USG kaki, untuk mendeteksi adanya bekuan
darah di kaki atau DVT yang dapat berpindah ke paru-paru dan menyebabkan emboli
paru.
- Pulse oximeter (pulse ox) yang dipasang di ujung jari
untuk memeriksa kadar oksigen dalam darah.
- Ekokardiogram, untuk menilai fungsi dan
kondisi jantung.
- Pemeriksaan lain yang mungkin juga
direkomendasikan meliputi:
- Pulmonary angiogram (angiografi
paru).
- Rontgen dada (chest X-ray).
Artikel Lainnya: Komplikasi
Emboli Paru yang Harus Diwaspadai
Pengobatan
Emboli Paru
Pengobatan emboli paru bertujuan untuk
mencegah bekuan darah membesar dan menghindari terbentuknya bekuan baru.
Penanganan yang cepat sangat penting untuk mencegah komplikasi serius atau
kematian.
Terapi dapat meliputi pemberian obat-obatan,
tindakan bedah dan prosedur lainnya, serta perawatan lanjutan.
1. Obat-obatan
Pengobatan biasanya melibatkan beberapa
jenis pengencer darah dan obat penghancur bekuan.
- Pengencer darah (antikoagulan)
Obat antikoagulan seperti heparin
digunakan untuk mencegah bekuan darah membesar dan terbentuknya bekuan baru,
sambil membantu tubuh memecah bekuan secara alami. Heparin sering digunakan
karena bekerja cepat dan biasanya dikombinasikan dengan obat minum seperti
warfarin hingga efeknya optimal.
- Obat penghancur bekuan (trombolitik)
Meskipun bekuan darah biasanya
dapat larut dengan sendirinya, dalam kondisi tertentu obat trombolitik yang
diberikan melalui infus dapat melarutkan bekuan dengan cepat.
2. Tindakan bedah dan
prosedur lainnya
- Trombektomi
Trombektomi adalah prosedur untuk
mengangkat bekuan darah besar saat obat tidak efektif atau tidak bisa
digunakan, dilakukan dengan kateter untuk memecah atau menyedot bekuan darah.
- EKOS
Berbeda dari trombolisis
konvensional yang menggunakan infus, EkoSonic Endovascular System (
Sebagai kondisi kegawatdaruratan, emboli
paru tidak boleh dianggap sepele. Mengenali gejala sejak dini, memahami faktor
risiko, serta segera mencari pertolongan medis saat muncul tanda-tanda
mencurigakan seperti sesak napas mendadak, nyeri dada, atau pingsan dapat
menyelamatkan nyawa. Dengan diagnosis yang tepat dan penanganan yang cepat,
risiko komplikasi serius dapat ditekan secara signifikan. Jika Kamu memiliki
faktor risiko atau pernah mengalami bekuan darah sebelumnya, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan evaluasi dan
langkah pencegahan yang sesuai.
Untuk mendapatkan informasi kesehatan terpercaya lainnya, kunjungi website KlikDokter dan temukan berbagai artikel kesehatan yang telah ditinjau oleh tenaga medis. Jika Anda memiliki keluhan terkait kesehatan jantung dan pembuluh darah atau ingin berkonsultasi lebih lanjut mengenai risiko emboli paru, Kamu dapat berkonsultasi dengan dr. Suci Indriani, Sp.JP(K), FIHA di Mandaya Royal Hospital untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai dengan kondisi Kamu.
Boston
Scientific. Pulmonary Embolism Treatment
Technology: EKOS Endovascular System. Tersedia dari:
https://www.bostonscientific.com/en-US/medical-specialties/vascular-surgery/ekos-endovascular-system/pe-treatment-technology.html.
Diakses pada 21 April 2026.
Boston
Scientific. How EKOS Works: “EKOS
ultrasound technology unwinds and thins fibrin strands to expose more drug
receptor sites; acoustic streaming drives the drug deeper into the clot.”
Tersedia dari:
https://www.bostonscientific.com/en-US/medical-specialties/vascular-surgery/ekos-endovascular-system/pe-treatment-technology.html.
Diakses pada 21 April 2026.
Boston
Scientific. EKOS™ Endovascular System.
Tersedia dari:
https://www.bostonscientific.com/en-EU/products/thrombectomy-systems/ekosonic-endovascular-system.html.
Diakses pada 21 April 2026.
Boston
Scientific. “The EKOS™ Endovascular
System is used for ultrasound-assisted, catheter-directed thrombolysis to
quickly and safely dissolve pulmonary embolism (PE). Minimally invasive, EKOS™
leverages the power of targeted ultrasonic waves to thin and separate fibrin strands
and accelerates lytic dispersion deeper into the clot.”. Diakses pada 21
April 2026.
:format(webp)/article/8ecCSXMTZKGJalSA1_yD9/original/e4bw03yhs244psiir9zkbu9yz40tlod1.jpg)