Pernapasan

Kenali Emboli Paru: Penyebab, Gejala, hingga Penanganannya

dr. Suci Indriani, Sp.JP (K), FIHA, 25 Jun 2026

Ditinjau Oleh Tim Medis Klikdokter

Emboli paru adalah kondisi gawat darurat ketika bekuan darah menyumbat aliran darah di paru-paru. Artikel ini membahas tuntas penyebab, gejala utama seperti sesak napas dan nyeri dada mendadak, hingga

Kenali Emboli Paru: Penyebab, Gejala, hingga Penanganannya

Emboli paru adalah kondisi ketika bekuan darah menyumbat dan menghambat aliran darah ke salah satu arteri di paru. Bekuan darah ini biasanya berasal dari vena dalam di kaki (deep vein thrombosis atau trombosis vena dalam) yang kemudian terbawa aliran darah menuju paru.

Emboli paru membahayakan nyawa, karena sumbatan bekuan darah tersebut dapat menghalangi aliran darah dan mengurangi kadar oksigen di seluruh tubuh. Meski begitu, kondisi ini bisa ditangani. Selama dilakukan secara cepat dan tepat, risiko kematian dapat menurun signifikan. Melakukan langkah-langkah pencegahan untuk menghindari terbentuknya bekuan darah di kaki juga dapat membantu melindungi Kamu dari risiko emboli paru.


Penyebab Emboli Paru

Beberapa penyebab emboli paru meliputi:

  • Penumpukan darah di bagian tubuh tertentu, biasanya di lengan atau kaki. Kondisi ini sering terjadi setelah lama tidak bergerak, seperti setelah operasi, tirah baring, atau perjalanan jauh dengan pesawat maupun kendaraan.
  • Cedera pada pembuluh vena, misalnya akibat patah tulang atau tindakan operasi (terutama pada area panggul, pinggul, lutut, atau kaki).
  • Kondisi medis tertentu, seperti penyakit kardiovaskular (termasuk gagal jantung kongestif, fibrilasi atrium, serangan jantung, atau stroke).
  • Perubahan faktor pembekuan darah, baik peningkatan maupun penurunan. Peningkatan faktor pembekuan dapat terjadi pada beberapa jenis kanker atau pada orang yang menggunakan terapi penggantian hormon maupun pil KB. Sementara itu, gangguan atau rendahnya faktor pembekuan darah juga dapat terjadi akibat kelainan pembekuan darah.

Mandaya gedung 1

Gejala Emboli Paru

Gejala emboli paru dapat sangat bervariasi, tergantung pada seberapa besar bagian paru-paru yang terdampak, ukuran bekuan darah, serta apakah Kamu memiliki penyakit paru atau jantung yang mendasarinya.

Gejala yang umum meliputi:

  • Sesak napas. Gejala ini biasanya muncul secara tiba-tiba. Kesulitan bernapas dapat terjadi bahkan saat sedang beristirahat dan akan memburuk saat melakukan aktivitas fisik.
  • Nyeri dada. Nyeri dapat terasa seperti serangan jantung. Biasanya terasa tajam dan semakin terasa saat menarik napas dalam. Rasa nyeri dapat membuat Kamu sulit bernapas dalam. Nyeri juga bisa muncul saat batuk, membungkuk, atau condong ke depan.
  • Pingsan. Kamu bisa kehilangan kesadaran jika detak jantung atau tekanan darah turun secara tiba-tiba. Kondisi ini disebut sinkop.

 

Gejala lain yang dapat terjadi pada emboli paru antara lain:

  • Batuk yang dapat disertai dahak berdarah atau bercampur darah
  • Detak jantung cepat atau tidak teratur
  • Pusing atau kepala terasa ringan
  • Keringat berlebihan
  • Demam
  • Nyeri atau pembengkakan pada kaki, atau keduanya, biasanya di bagian belakang tungkai bawah
  • Kulit terasa lembap atau berubah warna menjadi kebiruan (sianosis)

Gejala emboli paru sering kali tidak spesifik, misalnya sesak napas, yang sebenarnya dapat disebabkan oleh berbagai kondisi seperti penyakit paru, gangguan jantung, maupun masalah kesehatan lainnya. Namun, jika sesak napas muncul secara tiba-tiba, kondisi ini perlu diwaspadai karena bisa mengarah pada emboli paru. Meskipun belum tentu merupakan penyebabnya, kondisi ini harus dipertimbangkan secara serius, terlebih pada beberapa kasus pasien juga dapat mengalami pingsan secara mendadak.

Artikel Lainnya:Waspada, Gaya Hidup Sedenter Bisa Memicu Emboli Paru


Siapa yang Paling Berisiko Mengalami Emboli Paru?

Seseorang berisiko lebih tinggi mengalami emboli paru (PE) jika:

  • Memiliki bekuan darah di kaki.
  • Tidak aktif dalam waktu lama saat bepergian dengan mobil, kereta, atau pesawat (misalnya perjalanan jarak jauh).
  • Baru saja mengalami trauma atau cedera pada vena, seperti akibat operasi, patah tulang, atau varises.
  • Menggunakan kontrasepsi hormonal (pil KB, patch, atau cincin vagina) atau terapi penggantian hormon.
  • Memiliki gangguan pembekuan darah.
  • Memiliki riwayat keluarga dengan bekuan darah.
  • Merokok.
  • Menderita diabetes.
  • Mengidap kanker.
  • Berusia di atas 60 tahun.
  • Memiliki riwayat gagal jantung, serangan jantung, atau stroke.
  • Mengalami kelebihan berat badan (indeks massa tubuh/IMT lebih dari 25) atau obesitas (IMT lebih dari 30).
  • Sedang hamil atau baru melahirkan dalam enam minggu terakhir.
  • Pernah menggunakan kateter vena sentral melalui lengan atau kaki.

Jika Kamu memiliki salah satu faktor risiko di atas dan pernah mengalami bekuan darah, konsultasikan dengan tenaga medis agar dapat dilakukan langkah pencegahan untuk menurunkan risiko emboli paru.

 

Komplikasi Emboli Paru

Emboli paru dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius, antara lain:

  • Sianosis (kulit atau bibir tampak kebiruan akibat kekurangan oksigen)
  • Serangan jantung
  • Stroke
  • Hipertensi pulmonal (tekanan darah tinggi pada pembuluh darah paru)
  • Syok
  • Infark paru (kematian jaringan paru-paru).

Emboli paru merupakan salah satu kondisi kegawatdaruratan yang perlu diwaspadai. Kondisi ini berbahaya karena jika tidak terdeteksi, terutama ketika pembuluh darah utama di paru tersumbat akibat bekuan darah yang berpindah dari kaki ke paru, maka aliran darah ke paru dapat terhenti.

Ketika aliran darah ke paru berhenti, darah yang seharusnya kembali ke jantung setelah mendapatkan oksigen tidak dapat mengalir sebagaimana mestinya. Akibatnya, jantung kekurangan pasokan darah dan tidak dapat bekerja optimal. Di sisi lain, jantung kanan akan mengalami pelebaran karena harus bekerja lebih keras untuk memompa darah ke paru-paru yang tersumbat. Jika kondisi ini berlangsung terus-menerus, maka dapat berujung pada gagal jantung.

Mandaya gedung 2

Bagaimana Emboli Paru Didiagnosis?

Setelah mengevaluasi gejala dan faktor risiko yang Kamu miliki, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan untuk menegakkan diagnosis emboli paru (PE), antara lain:

  • Tes darah, termasuk pemeriksaan D-dimer.
  • CT angiogram (Computed Tomography angiography) untuk melihat adanya sumbatan pada pembuluh darah paru.
  • USG kaki, untuk mendeteksi adanya bekuan darah di kaki atau DVT yang dapat berpindah ke paru-paru dan menyebabkan emboli paru.
  • Pulse oximeter (pulse ox) yang dipasang di ujung jari untuk memeriksa kadar oksigen dalam darah.
  • Ekokardiogram, untuk menilai fungsi dan kondisi jantung.
  • Pemeriksaan lain yang mungkin juga direkomendasikan meliputi:
  • Pulmonary angiogram (angiografi paru).
  • Rontgen dada (chest X-ray).

Artikel Lainnya: Komplikasi Emboli Paru yang Harus Diwaspadai


Pengobatan Emboli Paru

Pengobatan emboli paru bertujuan untuk mencegah bekuan darah membesar dan menghindari terbentuknya bekuan baru. Penanganan yang cepat sangat penting untuk mencegah komplikasi serius atau kematian.

Terapi dapat meliputi pemberian obat-obatan, tindakan bedah dan prosedur lainnya, serta perawatan lanjutan.

1. Obat-obatan

Pengobatan biasanya melibatkan beberapa jenis pengencer darah dan obat penghancur bekuan.

  • Pengencer darah (antikoagulan)

Obat antikoagulan seperti heparin digunakan untuk mencegah bekuan darah membesar dan terbentuknya bekuan baru, sambil membantu tubuh memecah bekuan secara alami. Heparin sering digunakan karena bekerja cepat dan biasanya dikombinasikan dengan obat minum seperti warfarin hingga efeknya optimal.

  • Obat penghancur bekuan (trombolitik)

Meskipun bekuan darah biasanya dapat larut dengan sendirinya, dalam kondisi tertentu obat trombolitik yang diberikan melalui infus dapat melarutkan bekuan dengan cepat.

2. Tindakan bedah dan prosedur lainnya

  • Trombektomi

Trombektomi adalah prosedur untuk mengangkat bekuan darah besar saat obat tidak efektif atau tidak bisa digunakan, dilakukan dengan kateter untuk memecah atau menyedot bekuan darah.

  • EKOS

Berbeda dari trombolisis konvensional yang menggunakan infus, EkoSonic Endovascular System (EKOS) merupakan terapi trombolisis yang lebih modern dan canggih karena dilengkapi dengan gelombang ultrasound. Teknologi ini bekerja dengan menghancurkan bekuan darah secara cepat dan aman menggunakan kateter (selang kecil) yang dimasukkan ke dalam pembuluh darah untuk mengalirkan obat penghancur bekuan darah langsung ke area yang tersumbat.[1] 

Gelombang ultrasound pada EKOS berfungsi untuk melonggarkan struktur bekuan darah, sehingga obat penghancur bekuan darah yang dialirkan melalui kateter dapat bekerja lebih efektif dan masuk lebih dalam untuk menghancurkannya secara optimal.[2]  Hasilnya, bekuan darah bisa larut lebih cepat, penghantaran obat menjadi lebih efektif, dan penyerapan obat pada bekuan darah menjadi lebih optimal.

Sebagai kondisi kegawatdaruratan, emboli paru tidak boleh dianggap sepele. Mengenali gejala sejak dini, memahami faktor risiko, serta segera mencari pertolongan medis saat muncul tanda-tanda mencurigakan seperti sesak napas mendadak, nyeri dada, atau pingsan dapat menyelamatkan nyawa. Dengan diagnosis yang tepat dan penanganan yang cepat, risiko komplikasi serius dapat ditekan secara signifikan. Jika Kamu memiliki faktor risiko atau pernah mengalami bekuan darah sebelumnya, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan evaluasi dan langkah pencegahan yang sesuai.

Untuk mendapatkan informasi kesehatan terpercaya lainnya, kunjungi website KlikDokter dan temukan berbagai artikel kesehatan yang telah ditinjau oleh tenaga medis. Jika Anda memiliki keluhan terkait kesehatan jantung dan pembuluh darah atau ingin berkonsultasi lebih lanjut mengenai risiko emboli paru, Kamu dapat berkonsultasi dengan dr. Suci Indriani, Sp.JP(K), FIHA di Mandaya Royal Hospital untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai dengan kondisi Kamu.

Boston Scientific. Pulmonary Embolism Treatment Technology: EKOS Endovascular System. Tersedia dari: https://www.bostonscientific.com/en-US/medical-specialties/vascular-surgery/ekos-endovascular-system/pe-treatment-technology.html. Diakses pada 21 April 2026.

Boston Scientific. How EKOS Works: “EKOS ultrasound technology unwinds and thins fibrin strands to expose more drug receptor sites; acoustic streaming drives the drug deeper into the clot.” Tersedia dari: https://www.bostonscientific.com/en-US/medical-specialties/vascular-surgery/ekos-endovascular-system/pe-treatment-technology.html. Diakses pada 21 April 2026.

Boston Scientific. EKOS™ Endovascular System. Tersedia dari: https://www.bostonscientific.com/en-EU/products/thrombectomy-systems/ekosonic-endovascular-system.html. Diakses pada 21 April 2026.

Boston Scientific. “The EKOS™ Endovascular System is used for ultrasound-assisted, catheter-directed thrombolysis to quickly and safely dissolve pulmonary embolism (PE). Minimally invasive, EKOS™ leverages the power of targeted ultrasonic waves to thin and separate fibrin strands and accelerates lytic dispersion deeper into the clot.”. Diakses pada 21 April 2026.