Banyak orang menganggap "hepatitis ya hepatitis saja", padahal hepatitis A dan hepatitis B adalah dua penyakit yang berbeda jalur penularan, tingkat bahaya, maupun cara pencegahannya. Kesalahpahaman ini bukan hal sepele, di Indonesia, lebih dari 60% penduduk ternyata belum memiliki kekebalan terhadap hepatitis B, sebuah angka yang menempatkan Indonesia bersama Tiongkok dan India sebagai penyumbang lebih dari separuh beban hepatitis B dunia. Yuk, kita luruskan beberapa mitos yang paling sering beredar.
Mitos 1: Hepatitis A dan B ditularkan dengan cara
yang sama
Ini keliru. Hepatitis A menular lewat jalur fekal-oral, misalnya makanan atau air yang tercemar tinja penderita, atau kontak erat dengan orang yang terinfeksi. Sementara hepatitis B menular lewat cairan tubuh, seperti darah, hubungan seksual, transfusi darah yang tidak aman, atau dari ibu hamil ke bayinya saat persalinan. Karena jalur penularannya berbeda, cara pencegahannya pun tidak bisa disamakan.
Mencuci tangan dan menjaga kebersihan makanan
efektif untuk hepatitis A, tapi tidak cukup untuk mencegah hepatitis B.
Mitos 2: Kalau Sudah Diimunisasi Waktu Bayi, Sudah Pasti Kebal Seumur Hidup
Sayangnya tidak selalu begitu. Ketua Komite Ahli Hepatitis Kemenkes RI, dr. David H. Muljono, menjelaskan bahwa pola kekebalan masyarakat Indonesia terhadap hepatitis B saat ini bersifat bimodal, generasi yang lahir setelah program imunisasi universal 1997 relatif lebih terlindungi, sementara kelompok dewasa yang lahir sebelum era itu masih menyimpan beban penularan lama. Karena itu, strategi eliminasi hepatitis kini diarahkan tidak hanya pada imunisasi bayi, tetapi juga skrining dan vaksinasi catch-up bagi orang dewasa yang belum terlindungi.
Badan Pengawas Obat dan penyakit di Amerika
Serikat bahkan telah memperbarui rekomendasinya pada akhir 2024 agar vaksinasi
hepatitis B diberikan secara universal pada seluruh orang
dewasa usia 19–59 tahun, bukan hanya kelompok berisiko tinggi.
Mitos 3: Hepatitis A Ringan, Jadi Tidak Perlu Divaksin
Memang benar hepatitis A umumnya bisa sembuh sendiri tanpa gejala
menahun seperti sirosis, tetapi
bukan berarti selalu ringan. Pada orang dewasa, terutama yang punya penyakit
hati kronis, gejalanya bisa jauh lebih berat dan memerlukan perawatan intensif.
Kemenkes RI merekomendasikan vaksin hepatitis A khususnya bagi kelompok
berisiko: tenaga kesehatan, peneliti laboratorium, penderita HIV, penderita
penyakit hati kronis, serta siapa pun yang sering bepergian ke daerah dengan
sanitasi terbatas, area dengan tingkat Hepatitis A tinggi atau endemis.
Baca Artikel Lainnya: 8 Fakta
Seputar Hepatitis yang Perlu Kamu Ketahui
Apa yang Perlu Diketahui tentang Vakin Hepatitis
Untuk hepatitis A, salah satu vaksin yang tersedia adalah Vaksin Hepatiti A ini, vaksin virus hepatitis A yang dilemahkan (inactivated), diberikan dalam 2 dosis dengan jarak 6–12 bulan antar dosis untuk perlindungan jangka panjang. Sementara untuk hepatitis B, Indonesia menjalankan program imunisasi vaksin rekombinan sejak 1997, dengan dosis pertama idealnya diberikan dalam 24 jam pertama setelah lahir untuk memutus rantai penularan dari ibu ke anak, dilanjutkan dosis lanjutan sesuai jadwal imunisasi nasional.
Bagi orang dewasa termasuk ibu hamil
(terutama yang beresiko tinggi), vaksin diberikan
dalam 3 dosis yaitu saat kedatangan pertama (bulan ke 0) disusul dengan 1 bulan dan 6 bulan setelahnya. Sementara ibu hamil
yang terdeteksi positif hepatitis B, Kemenkes kini juga menyediakan terapi
antivirus tenofovir sejak trimester akhir kehamilan untuk mencegah penularan ke
bayi, sebuah langkah yang telah menjangkau lebih dari 300 ibu hamil di puluhan
kabupaten/kota.
Baca Artikel Lainnya: Hepatitis,
Cara Pencegahan dan Pengobatan
Langkah Pencegahan Sehari-hari
Selain vaksinasi, WHO menekankan bahwa perilaku hidup bersih dan
sehat tetap jadi lini pertama: cuci tangan sebelum makan dan setelah dari
toilet, pastikan air minum dan makanan diolah secara higienis, hindari berbagi
alat cukur atau sikat gigi, serta gunakan jarum suntik dan alat medis yang
steril. Skrining hepatitis B pada ibu hamil dan pasangan yang aktif secara
seksual juga sangat dianjurkan, mengingat banyak penderita tidak menyadari
dirinya terinfeksi hingga bertahun-tahun kemudian.
Hepatitis bukan sekadar permasalahan kesehatan pribadi, namun
mengenai pemutusan rantai penularan di keluarga dan masyarakat. Memahami
perbedaan hepatitis A dan B, serta memastikan diri dan keluarga mendapat
imunisasi yang tepat, adalah langkah nyata menuju target Indonesia bebas
hepatitis pada 2030.
Pencegahan
selalu lebih baik daripada pengobatan. Mengingat banyaknya orang dewasa yang
belum memiliki kekebalan maksimal, jangan tunggu sampai gejala muncul. Yuk,
ambil langkah nyata untuk melindungi kesehatan hati Kita sekaligus memutus
rantai penularan di lingkungan keluarga. Pastikan Kamu mendapatkan perlindungan
yang tepat dan aman dengan booking vaksin
Hepatitis A dan Hepatitis
B
sekarang juga di Vaccination Hub.
- Global Hepatitis Report 2024: Action for Access in Low- and
Middle-Income Countries.
https://www.who.int/publications/i/item/9789240091672 - Kemenkes: Lebih dari 60 Persen Penduduk RI Masih Rentan
Hepatitis B.
https://jogja.antaranews.com/berita/844515/kemenkes-lebih-dari-60-persen-penduduk-ri-masih-rentan-hepatitis-b - Pentingnya Pencegahan Hepatitis di Hari Hepatitis Sedunia 2024.
https://ayosehat.kemkes.go.id/hari-hepatitis-sedunia-2024 - Updated Recommendation for Universal Hepatitis B Vaccination in
Adults Aged 19–59 Years — United States, 2024.
https://www.cdc.gov/mmwr/volumes/73/wr/mm7348a3.htm?s_cid=mm7348a3_w - Mengenal Vaksin Hepatitis A
https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/4126/mengenal-vaksin-hepatitis-a - AVAXIM® Abbreviated Prescribing Information.
https://www.campus.sanofi/dam/jcr:217f3027-2044-44c6-b6f1-e94115aa8154/Abridged%20PI_AVAXIM%20160%20U_V01-18.pdf - Melindungi Kesehatan Ibu dan Anak: Pemberian Antivirus untuk
Pencegahan Penularan Hepatitis B di Indonesia.
https://www.who.int/indonesia/id/news/detail/11-01-2024-protecting-maternal-and-infant-health--introduction-of-antiviral-prophylaxis-to-combat-hepatitis-b-in-indonesia - Putuskan Penularan, Wujudkan Indonesia Bebas Hepatitis 2030.
https://kemkes.go.id/id/putuskan-penularan-wujudkan-indonesia-bebas-hepatitis-2030
:format(webp)/article/gqkE8QmvCch-hsi7xfJk8/original/2k40oz2rsn1vy1juoisxh6s55xt4zmrv.jpg)