Kesehatan Umum

Hepatitis B: Siapa yang paling berisiko dan bagaimana melindungi diri?

dr. Steven Alviano Yuwono, 20 Agu 2026

Ditinjau Oleh Tim Medis Klikdokter

Hepatitis B masih menjadi ancaman kesehatan yang sunyi namun mematikan di Indonesia. Padahal, virus yang penularannya jauh lebih mudah dibandingkan HIV ini sangat bisa dicegah.

Hepatitis B: Siapa yang paling berisiko dan bagaimana melindungi diri?

Hepatitis B masih menjadi salah satu tantangan kesehatan di Indonesia. Jika tidak di tangani dengan tepat, hepatitis B dapat berubah dan berkembang menyebabkan kerusakan organ hati  (sirosis) atau bahkan dapat berprogres menjadi kanker hati yang mematikan. Tidak jarang pula seseorang yang baru menyadari kondisi penyakitnya ketika sudah cukup berat atau terlambat. Namun disisi lain, kabar baiknya, Hepatitis B dapat dicegah. Pengetahuan dan pemahaman akan risiko Hepatitis B dan mulai melakukan langkah perlindungan yang tepat sejak dini dapat menghentikan penyebaran virus Hepatitis B.

Siapa saja yang berisiko lebih tinggi?

Infeksi Hepatitis B (HBV) tidak pandang bulu. Beberapa kelompok masyarakat tertentu memang lebih rentan karena memiliki frekuensi paparan yang lebih tinggi. Kelompok beresiko tinggi meliputi:

  • Individu yang lahir dari ibu dengan status Hepatitis B positif. Penularan vertikal saat persalinan menjadi jalur utama infeksi kronis.
  • Tenaga kesehatan yang sering bersentuhan dengan darah atau cairan tubuh pasien juga berada di garis depan risiko.
  • Perilaku seksual tidak aman, seperti pasangan seksual lebih dari 1, hubungan seksual tanpa pengaman (kondom), memiliki riwayat penyakit menular seksual
  • Pemakaian jarum suntik yang tidak steril, atau bahkan bersamaan dengan orang lain.
  • Pasien yang menerima transfusions darah. Meski transfusions saat ini sudah sangat aman, namun risiko tetap ada, terlebih jika prosedur dan sterilisasi alat medis tidak dilakukan secara benar.
  • Orang yang tinggal bersama penderita Hepatitis B. Meski risikonya penularannya tidak terjadi secara langsung, namun berpotensi terjadi kontaminasi cairan tubuh. Terutama bila berbagi barang pribadi seperti pisau cukur, sikat gigi yang dapat terkontaminasi darah.

Salah satu tantangan di Indonesia adalah kurangnya kesadaran akan pentingnya langkah pencegahan dan vaksinasi. Sehingga masih banyak orang dewasa yang belum memiliki imunitas/ kekebalan terhadap Hepatitis B karena belum mendapatkan vaksinasi lengkap di masa lalu.

Kenali Faktor Risiko di Sekitar Kita

Virus Hepatitis B jauh lebih menular daripada HIV. Penularannya bisa terjadi melalui kontak langsung dengan darah, air mani, atau cairan tubuh lain dari orang yang terinfeksi. Faktor risiko yang sering terlupakan di antaranya, pemakaian alat pribadi bersama, seperti silet pencukur atau sikat gigi yang mungkin mengandung sisa darah berukuran mikroskopis yang tidak kasat mata.

Prosedur medis atau non-medis yang memakai alat tidak steril juga dapat menjadi pintu masuk penularan penyakit. Contohnya, praktik tato atau tindik yang tidak higienis atau tidak sesuai standar. Ini menjadi jalur penularan yang signifikan. Di fasilitas perawatan jangka panjang, prosedur pemantauan gula darah yang tidak mengikuti protokol sterilisasi yang ketat, belakangan ini dilaporkan menjadi sumber penularan yang tak terduga.

Langkah Pencegahan Terpenting

Langkah terbaik untuk melawan Hepatitis B sebenarnya berawal dari diri kita sendiri. Langkah awal yang disarankan WHO adalah melakukan tes atau skrining secara menyeluruh, terutama bagi ibu hamil, supaya penularan dari ibu ke bayi bisa dicegah sejak dini.

Bagi orang dewasa, penting untuk tahu status kesehatan diri dengan melakukan tes darah sederhana (HBsAg). Jika hasilnya negatif dan Kamu belum memiliki antibodi (Anti-HBs), vaksinasi adalah jalan terbaik yang sebaiknya tidak ditunda.

Perlindungan ini juga perlu disempurnakan dengan gaya hidup bersih: jangan menggunakan barang pribadi bersama orang lain, pastikan jarum atau alat kecantikan yang digunakan selalu steril, dan selalu terapkan hubungan seksual yang aman.

Baca Artikel Lainnya: Penanganan Hepatitis B

Lakukan vaksinasi Hepatitis B

Salah satu langkah penting dan efektif dalam melawan Hepatitis B di Indonesia adalah melalui vaksinasi. Di Indonesia, vaksin Hepatitis B termasuk dalam program dan rekomendasi imunisasi nasional baik untuk bayi, anak-anak, dan orang dewasa. Salah satu vaksin yang kerap digunakan adalah Vaksin Hepatitis B ini, vaksin rekombinan yang telah terbukti aman dan efektif dalam membentuk kekebalan terhadap virus Hepatitis B.

Vaksin Hepatitis B ini juga telah mendapatkan persetujuan dari WHO, yang berarti vaksin Vaksin Hepatitis ini sudah memenuhi standar keamanan dan efektivitas internasional yang sangat ketat. Vaksin Hepatitis B diberikan dalam beberapa dosis yang umumnya terbagi dalam 3 dosis atau sesuai jadwal vaksinasi dari dokter. Umumnya vaksin Hepatitis B dapat mulai di berikan pada bayi baru lahir, serta pada orang dewasa yang belum pernah divaksinasi sebelumnya. Dapat pula di berikan sebagai booster untuk memperkuat kekebalan terhadap virus Hepatitis B.

Vaksin Hepatitis B akan merangsang sistem kekebalan tubuh supaya menghasilkan antibodi untuk melawan virus Hepatitis B. Penelitian menunjukkan bahwa vaksinasi lengkap dapat memberikan perlindungan hingga lebih dari 95% dari infeksi kronis. Jadwal standar bagi orang dewasa biasanya tiga dosis: dosis pertama (saat ini/ saat kunjungan tersebut), dosis kedua (satu bulan kemudian), dan dosis ketiga (enam bulan setelah dosis pertama).Vaksin Hepatitis B ini memiliki profil keamanan yang sangat baik dan efek sampingnya tergolong ringan, misalnya kemerahan atau nyeri di area suntikan, dan biasanya hilang dengan sendirinya tanpa memerlukan intervensi medis lanjutan.

Baca Artikel Lainnya: Pentingnya Vaksin Hepatitis B untuk Dewasa

Jadi, Apa yang Harus Dilakukan Sekarang?

Langkah pertama: ketahui statusmu, jangan takut periksa ke dokter atau laboratorium. Mengetahui kesehatan diri berarti kita sayang pada diri sendiri dan keluarga. Jika termasuk dalam kelompok risiko tinggi, belum divaksin, atau belum memiliki kekebalan tubuh yang mencukupi, segera temui dokter atau pergi ke fasilitas kesehatan terdekat untuk dilakukan skrining dan vaksinasi. Program “Indonesia Bebas Hepatitis 2030” pemerintah hanya bisa terwujud bila tiap orang aktif melindungi diri.

Kesehatan hati Anda adalah investasi jangka panjang untuk diri sendiri dan orang-orang terkasih di rumah. Jangan biarkan penyakit yang sebenarnya sangat bisa dicegah ini merenggut momen berharga Anda bersama keluarga. Yuk, ambil langkah nyata hari ini. Lakukan skrining status Hepatitis B Anda dan pastikan tubuh mendapatkan perlindungan maksimal dengan menjadwalkan vaksinasi di Vaccination Hub. Mencegah selalu lebih baik, lebih murah, dan jauh lebih mudah daripada mengobati!

  • Guidelines for the prevention, diagnosis, care and treatment for people with chronic hepatitis B infection.
    https://www.who.int/publications/i/item/9789240090903
  • Current gaps and opportunities in HBV prevention, testing and linkage to care: A call for action.
    DOI: 10.1111/apt.16125
  • Hepatitis B Virus Transmission Associated with Assisted Blood Glucose Monitoring - North Carolina, 2024.
    https://www.cdc.gov/mmwr/volumes/74/wr/mm7429a2.htm?s_cid=mm7429a2_w
  • Putuskan Penularan, Wujudkan Indonesia Bebas Hepatitis 2030.
    https://kemkes.go.id/id/putuskan-penularan-wujudkan-indonesia-bebas-hepatitis-2030
  • Hepatitis B. https://www.cdc.gov/hepatitis/hbv/index.htm
  • EUVAX B, Registrasi Obat BPOM.
    https://registrasiobat.pom.go.id/files/assesment-reports/obat_baru/Euvaxad.pdf