Pernahkan kalian mendengar kabar mengejutkan tentang kerabat atau tokoh publik yang mendadak meninggal dunia akibat serangan jantung sesaat setelah bangun tidur? Kejadian semacam ini seringkali membuat kita bertanya-tanya, apakah kebetulan saja selalu terjadi di pagi hari?
Secara medis, hal tersebut bukanlah suatu kebetulan. Berdasarkan jam biologis tubuh kita, rentang waktu antara jam 6 pagi hingga jam 12 siang memang menjadi fase paling rawan terjadinya masalah kardiovaskular. Penyebab utamanya seringkali berkaitan dengan satu kondisi yang disebut morning surge.
Apa Itu Morning Surge?
Biar gampang membayangkannya, morning surge adalah lonjakan tekanan darah yang terjadi saat kita baru saja melek dan beranjak dari kasur. Sebetulnya ini adalah mekanisme alami yang normal. Tubuh kita butuh “memanaskan mesin” dari mode istirahat total (tidur) menuju mode aktif. Biasanya tekanan darah akan naik secara perlahan-lahan sekitar 10 sampai 30 mmHg.
Tapi, ceritanya bisa lain kalau lonjakan tekanan darah ini tidak terkontrol, apalagi kalau terjadi pada orang yang pembuluh darahnya sudah menyempit atau dipenuhi plak kolesterol. Tekanan yang tiba-tiba menghentak ini ibaratkan air yang bervolume besar memaksakan untuk melalui selang berukuran kecil, risiko selang tersebut robek sangat besar. Kalau sudah robek, kepingan darah akan berkumpul menutup lukanya, lalu menyumbat total aliran darah ke jantung. Inilah yang memicu serangan jantung mendadak.
Mengapa Jantung Bekerja Lebih Keras saat Pagi?
Selain morning surge, ternyata ada "pesta" biologis lain di dalam tubuh yang ikut membebani jantung sesaat setelah kita bangun tidur:
- Banjir Hormon Stres: Begitu kita membuka mata, otak langsung menyuruh tubuh memproduksi hormon kortisol dan adrenalin dalam jumlah banyak supaya kita melek dan waspada. Sayangnya, hormon ini juga bikin detak jantung langsung ngebut dan butuh pasokan oksigen ekstra.
- Darah Sedang Kental-kentalnya: Di pagi hari, cairan dalam tubuh biasanya berkurang. Selain itu, sistem alami tubuh yang bertugas memecah bekuan darah sedang berada di titik terendahnya. Kombinasi ini bikin darah jadi lebih kental dan gampang menggumpal.
- Pembuluh Darah "Kaget": Sistem saraf yang mengatur mode siaga kita mendadak aktif. Akibatnya, pembuluh darah jadi agak menyempit. Jantung pun otomatis harus memompa jauh lebih keras.
Artikel Lainnya: Kenali Penyebab Serangan Jantung di Usia Muda
Ciri-Ciri Serangan Jantung di Pagi Hari
Serangan jantung di pagi hari punya gejala yang mirip dengan serangan di waktu lain, tapi kemunculannya sering bikin kaget karena terjadi tak lama setelah beranjak dari kasur. Waspadai keluhan seperti:
- Nyeri dada, seperti ditindih beban berat atau diremas kuat
- Nyeri di dada yang perlahan menjalar ke lengan sebelah kiri, tembus ke punggung, atau naik ke area rahang.
- Sesak napas, napas mendadak terasa pendek dan berat
- Keringat dingin
- Perut mual, kliyengan atau merasa mau pingsan.
- Pusing atau hampir pingsan
Sebagai catatan, buat perempuan atau orang dengan riwayat diabetes, gejalanya kadang suka menipu. Bukannya nyeri dada hebat, mereka malah sering merasakan kelelahan yang luar biasa, rasa tidak nyaman ringan di dada, atau gejala yang mirip dengan saat asam lambung.
Baca Artikel Lainnya: 5 Kiat Sederhana Cegah Serangan Jantung
Trik Simpel Mengurangi Risiko Serangan Jantung di Pagi Hari
Nggak perlu parno berlebihan. Kabar baiknya, risiko ini bisa ditekan drastis lewat beberapa perubahan kebiasaan kecil sebelum dan sesudah tidur:
Jangan Langsung Melompat dari Kasur: Biasakan ngasih jeda buat tubuh. Begitu bangun, biasakan duduk dulu di tepi kasur sekitar dua atau tiga menit. Tarik napas pelan-pelan sebelum berdiri. Trik simpel ini ampuh banget buat mencegah tensi melonjak mendadak.
Kunci Utamanya: Kontrol Tensi: Kalau Anda punya riwayat darah tinggi, rajin-rajinlah mengecek tensi. Minum obat secara disiplin. Terkadang, dokter bakal menyarankan obat hipertensi diminum pada malam hari supaya saat bangun pagi tensinya nggak kebobolan.
Pemanasan Sebelum Keringetan:Jogging atau bersepeda pagi memang menyehatkan, tapi jangan langsung digeber begitu mata melek. Lakukan peregangan (stretching) santai dulu biar otot dan jantung beradaptasi dengan baik.
Perbaiki Pola Tidur: Jangan sepelekan kurang tidur, sering begadang, atau kebiasaan ngorok parah (sleep apnea). Kalau kualitas tidurnya jelek, jantung Anda sebenarnya dipaksa terus bekerja dan tidak benar-benar istirahat di malam hari.
Baca Artikel Lainnya: 5 Pertolongan Pertama pada Serangan Jantung
Kapan Harus Memeriksakan Diri?
Kalau dada terasa nyeri dan ditekan lebih dari 10-15 menit, lalu dipakai tiduran malah nggak membaik, apalagi kalau sampai keringat dingin bercucuran, jangan tunda sampai siang. Langsung minta diantar ke IGD terdekat detik itu juga.
Tapi, kalau gejalanya ringan dan cepat hilang, namun sering muncul tiap pagi, segera buat janji dengan dokter spesialis jantung. Dokter biasanya akan memeriksa rekam jantung (EKG) atau meminta Anda memakai alat pantau tensi selama 24 jam untuk melihat seberapa ekstrem lonjakan tekanan darah Anda di pagi hari.
Menjaga kesehatan jantung tidak cukup hanya dengan memahami risikonya, tetapi juga dengan menerapkan gaya hidup sehat secara konsisten dan mendapatkan informasi yang tepat.
Temukan berbagai artikel kesehatan terpercaya lainnya hanya di KlikDokter, mulai dari tips pencegahan penyakit hingga panduan medis yang mudah dipahami.
Jangan lupa follow media sosial resmi KlikDokter untuk update edukasi kesehatan harian, tips kesehatan jantung, dan informasi medis terpercaya lainnya.
Gosse, P., et al. 2007. Early Morning Blood Pressure Surge. NIH. 31;8(8):584-589. Diakses pada 28 April 2026: https://doi.org/10.1111/j.1524-6175.2006.04773.x
Kario K. Morning surge in blood pressure and cardiovascular risk: evidence and perspectives. Hypertension. 2010;56(5):765–773. Diakses 28 April 2026: https://doi.org/10.1161/hypertensionaha.110.157149
Patel, P, et al.2008. The morning blood pressure surge: therapeutic implications. NIH. 10(2):140-5. Diakses 28 April 2026: https://doi.org/10.1111/j.1751-7176.2008.07427.x
Bilo, G., et al. 2018. Morning blood pressure surge:parhophysiology, clinical relevance and therapeutic aspects. NIH. 24(11): 47-56. Diakses pada 28 April 2026: https://doi.org/10.2147/IBPC.S130277
Britannica. Why do most heart attacks occur in the morning. Diakses pada 28 April 2026: https://www.britannica.com/question/Why-do-most-heart-attacks-occur-in-the-morning
Katakam, R. et al. 2007.Morning Surges in Blood Pressure. 31;8(6):450-451. Diakses pada 28 April 2026:https://doi.org/10.1111/j.1524-6175.2006.05175.x
:format(webp)/article/4hqVq2MOCHLVSlgED92-t/original/1zvn5c8teyrh0035l1h76e9mspg39jzi.jpg)