Jantung

Waspada! Tidak Semua Jantung Siap dengan Hyrox yang Tiba-Tiba!

Klikdokter, 22 Apr 2026

Ditinjau Oleh Tim Medis Klikdokter

Hyrox workout bisa berisiko bagi jantung jika tanpa persiapan. Kenali bahaya, tanda tubuh siap, dan cara aman mengikutinya

Waspada! Tidak Semua Jantung Siap dengan Hyrox yang Tiba-Tiba!

Apa itu Hyrox? Hyrox adalah kompetisi kebugaran yang menggabungkan lari dengan berbagai latihan fungsional berintensitas tinggi dalam satu rangkaian. Dalam satu sesi Hyrox workout, peserta harus menyelesaikan kombinasi aktivitas seperti lari, sled push, rowing, burpees hingga, lunges secara berulang.

 

Konsep ini membuat Hyrox menjadi olahraga yang menuntut daya tahan tinggi, terutama dari sistem kardiovaskular. Jantung dipaksa bekerja keras untuk memompa darah dan oksigen ke seluruh tubuh dalam waktu yang relatif lama.

 

Masalahnya muncul ketika seseorang yang sebelumnya kurang aktif  berolahraga langsung mengikuti Hyrox tanpa persiapan. Secara fisiologis, jantung membutuhkan adaptasi bertahap. Tanpa adaptasi tersebut, risiko gangguan seperti jantung berdebar kencang, aritmia, hingga serangan jantung bisa meningkat.

 

Menurut American Heart Association, aktivitas fisik intens yang dilakukan secara mendadak pada individu tidak terlatih dapat meningkatkan risiko kejadian jantung akut.

 

Seberapa Berbahaya Hyrox Tanpa Persiapan?


Untuk memahami risiko Hyrox, penting memahami bagaimana tubuh merespons aktivitas ekstrem yang tiba-tiba.

 

Lonjakan Detak Jantung

Saat melakukan Hyrox workout, detak jantung bisa mencapai 80-95% dari denyut jantung maksimal. Sebagai gambaran, detak jantung normal berkisar pada:

  • Saat istirahat: sekitar 60-100 denyut per menit pada orang dewasa sehat
  • Saat latihan intens: bisa meningkat signifikan sekitar 108-195 denyut per menit, tergantung dari tingkat kebugaran tiap individu

Jika tubuh tidak terbiasa, lonjakan ini bisa menyebabkan:

  • Palpitasi(jantung berdebar) kencang tidak terkontrol
  • Nyeri dada
  • Gangguan irama jantung (aritmia)
  • Penurunan suplai oksigen ke jantung

 

Artikel Lainnya: Mendengarkan Detak Jantung Sendiri Baik untuk Kesehatan

 

Risiko Serangan Jantung Mendadak

Pada beberapa individu kondisi jantung yang abnormal terkadang tidak menunjukkan gejala yang jelas, sehingga aktivitas berat mendadak seperti Hyrox dapat memicu serangan jantung. Risiko ini dapat meningkat jika terdapat faktor seperti:

  • Riwayat penyakit jantung yang tersembunyi atau tidak disadari (penyempitan koroner, kelainan otot/struktur jantung)
  • Memiliki kebiasaan merokok
  • Tekanan darah tinggi
  • Kurang aktivitas fisik sebelumnya (sedentary lifestyle).

 

Overstress pada Tubuh

Selain pada jantung, olahraga intens tanpa proses adaptasi dapat menyebabkan stress fisiologis berlebihan pada tubuh, yang di tandai dengan::

Namun, gejala ini sering diabaikan, padahal bisa menjadi tanda awal gangguan serius.


Secara menyeluruh, Hyrox bukan olahraga yang berbahaya secara inheren (langsung). Namun, dapat menjadi berisiko jika dilakukan tanpa persiapan fisik yang memadai

 

Apa yang Perlu Dilakukan Sebelum Mengikuti Hyrox?


Bagi yang tertarik untuk mencoba Hytox, terutama sebelumnya belum pernah melakukan aktivitas olahraga yang rutin atau sebelumnya cenderung mageran, pendekatan bertahap sangat penting dilakukan sebelum mengikuti Hyrox.

 

Bangun Dasar Kardio

Lakukan setidaknya 150 menit per minggu aktivitas aerobic intensitas sedang (jalan cepat, menari, berkebun) atau 75 menit per minggu aktivitas aerobic intensitas tinggi (lari, hiking, lompat tali), atau kombinasi keduanya. Sebaiknya di bagi sepanjang minggu, untuk melatih jantung beradaptasi dengan aktivitas fisik.

 

Baca Artikel Lainnya: 5 Tips agar Olahraga Jalan Kaki Jadi Lebih Menyenangkan

 

Latihan Kekuatan Bertahap

Hyrox juga melibatkan aktivitas kekuatan fisik sehingga tubuh juga perlu mendapatkan latihan bodyweight training (squat, push-up) serta tambahkan beban ringan secara bertahap.

 

Pantau Detak Jantung

Memiliki jantung bukan berarti kita paham soal jantung. Untuk itu, pemahaman mengenai detak jantung normal menjadi sangat penting untuk menghindari overtraining. Gunakan smartwatch atau alat monitoring untuk memastikan detak jantung tetap dalam zona aman.

 

Kenali Sinyal Bahaya

Segera hentikan proses latihan jika mengalami:

  • Jantung berdebar kencang tidak wajar
  • Nyeri dada
  • Pusing atau pendangan gelap
  • Sesak napas

Gejala tersebut bisa menjadi tanda awal gangguan jantung

 

Lakukan Pemeriksaan Medis

Untuk keamanan ekstra:

  • Konsultasi dengan dokter untuk menilai kesehatan dan kesiapan kardiovaskular
  • Lakukan pemerisaan rekam jantung (EKG)
  • Lakukan uji kapasitas paru dan efisiensi jantung saat beraktivitas (VO2 Max test)

Langkah ini membantu mendeteksi risiko tersembunyi sebelum mengikut Hyrox.

 

Kapan Tubuh Sudah Siap Mengikuti Hyrox?

Sebelum melakukan Hyrox, perlu diketahui terlebih dahulu, apakah tubuh sudah siap dengan Hyrox. Ini bagian krusial yang sering diabaikan, yaitu kapasitas fisiologis yang mencakup:

  • Tidak mudah terengah saat aktivitas sedang
  • Mampu olahraga kardio 30-45 menit tanpa keluhan
  • Mampu melakukan kombinasi latihan (lari + strength) tanpa kelelahan ekstrem
  • Recovery setelah latihan berlangsung cepat
  • Tidak ada gejala kardiovaskular saat olahraga
  • Sudah latihan rutin minimal 6-8 minggu (fase adaptasi awal fisiologis)
  • Tidak ada riwayat penyakit jantung
  • Hasil konsultasi dan pemeriksaan dengan dokter dinyatakan normal

Banyak orang ingin langsung ikut kompetisi tanpa membangun fondasi. Padahal, dari sudut pandang fisiologi, jantung membutuhkan waktu untuk meningkatkan kapasitasnya.


Latihan bertahap bukan hanya meningkatkan performa, tetapi juga melindungi dari risiko serius seperti serangan jantung. Dalam konteks Hyrox, kesiapan dan persiapan tubuh yang matang adalah faktor yang jauh lebih penting dibandingkan sekadar semangat mencoba.


Ayo kunjungi Klikdokter di Tiktok Shop atau Shopee untuk menemukan beragam suplement kesehatan yang kalian butuhkan.

Brandt, T., et al. 2025. Acute physiological responses and performance determinants in Hyrox© - a new running-focused high intensity functional fitness trend. Diakses tanggal 23 Maret 2026. https://doi.org/10.3389/fphys.2025.1519240

Vikström, S. et al. 2026. Vigorous exertion, regular exercise training, and the risk of sudden cardiac death due to myocardial infarction in Swedish men. Diakses tanggal 23 Maret 2026. https://doi.org/10.1016/j.ijcrp.2026.200588

Eijsvogels, T., M., H., et al. 2018. The “Extreme Exercise Hypothesis”: Recent Findings and Cardiovascular Health Implications. Diakses tanggal 23 Maret 2026. https://link.springer.com/article/10.1007/s11936-018-0674-3

Lee, Hyun-Jung, et al. 2025. Factors associated with high-intensity physical activity and sudden cardiac death in hypertrophic cardiomyopathy. Diakses tanggal 23 Maret 2026. https://doi.org/10.1136/heartjnl-2024-324928

AHA. American Heart Association Recommendations for Physical Activity in Adults and Kids. Diakses tanggal 23 Maret 2026. https://www.heart.org/en/healthy-living/fitness/fitness-basics/aha-recs-for-physical-activity-in-adults

Pelliccia, A., et al. 2020 ESC Guidelines on sports cardiology and exercise in patients with cardiovascular disease: The Task Force on sports cardiology and exercise in patients with cardiovascular disease of the European Society of Cardiology. Diakses tanggal 23 Maret 2026. https://doi.org/10.1093/eurheartj/ehaa605