Kesehatan Bayi

6 Penyakit Berbahaya Pada Bayi Yang Bisa Dicegah

dr. Steven Alviano Yuwono, 18 Sep 2026

Ditinjau Oleh Tim Medis Klikdokter

|0/5.0(0 Ulasan)

Kenali 6 penyakit berbahaya pada bayi seperti difteri, pertussis, hingga polio. Lindungi buah hati sejak dini dengan vaksin heksavalen yang aman dan efektif.

6 Penyakit Berbahaya Pada Bayi Yang Bisa Dicegah

Sebagai orang tua, tidak jarang rasanya kita ingin meyakini bahwa anak kita sehat dan aman saja tanpa perlu vaksin lengkap. Sayangnya, banyak penyakit berat justru menyerang bayi yang sebelumnya tampak sehat. Namun, kabar baiknya 6 penyakit serius berikut dapat dicegah dengan imunisasi rutin. Simak selengkapnya 6 penyakit tersebut di artikel ini.


Penyakit Berbahaya pada Bayi


1. Difteri
Disebabkan oleh bakteri yang menghasilkan racun (toksin) yang dapat membentuk selaput tebal di tenggorokan. Membuat anak sulit bernapas dan menelan. 


Tanpa pengobatan dan vaksinasi, difteri dapat menyebabkan anak sulit bernafas dan menelan. Bahkan dapat pula menyebabkan gagal napas, gangguan irama jantung, hingga kematian, terutama pada anak kecil.


2. Tetanus
Berasal dari bakteri di tanah dan kotoran yang bisa masuk lewat luka kecil atau tali pusat yang tidak bersih. Pada bayi baru lahir (tetanus neonatorum), penyakit ini menyebabkan kaku otot, kejang hebat, dan sulit menyusu. 


Angka kematiannya sangat tinggi bila tidak dicegah. Vaksin tetanus yang diberikan pada ibu dan bayi secara rutin telah menurunkan drastis kasus tetanus pada bayi di seluruh dunia.


3. Pertussis (batuk rejan)
Dikenal juga sebagai “batuk seratus hari”. Pada bayi, gejalanya justru sering tanpa batuk khas, yang tampak adalah henti napas mendadak (apnea), kebiruan, dan kesulitan menarik nafas. 


Studi menunjukkan pertussis pada bayi muda dapat sangat berat dan berpotensi fatal, terutama pada yang vaksinasinya belum lengkap. Karena itu, serial vaksin DTaP sangat penting dimulai sejak usia 2 bulan dan dilanjutkan sesuai jadwal.


4. Polio
Sebelum ada vaksin, polio menyebabkan ribuan anak mengalami kelumpuhan permanan setiap tahunnya. Virus polio menyerang saraf tulang belakang, sehingga otot tungkai atau napas tidak bisa bekerja normal. 


Program imunisasi global membuat polio hampir punah, tetapi virus ini belum benar-benar hilang dari dunia. Risiko perpindahan kasus antar negara tetap bisa terjadi bila cakupan vaksin menurun. Vaksin polio inaktif (IPV) dalam kombinasi dengan DTaP, Hepatitis B, dan Hib memberikan perlindungan kuat sejak usia bayi.


5. Hepatitis B
Hepatitis B sering tidak bergejala saat tertular, tetapi bila bayi terinfeksi dari ibu atau lingkungan, virus ini bisa menjadi kronis dan bertahan seumur hidup. Anak dengan hepatitis B kronis berisiko tinggi mengalami sirosis dan kanker hati di usia dewasa. 


Data studi menegaskan bahwa dosis vaksin Hepatitis B saat lahir dan serial lengkap berikutnya sangat aman. Dan terbukti menurunkan infeksi Hepatitis B pada anak hingga sekitar 99%. Inilah alasan vaksin Hepatitis B menjadi salah satu prioritas utama di awal kehidupan.


6. Haemophilus influenzae tipe b (Hib):
Sebelum ada vaksin, Hib adalah salah satu penyebab utama meningitis (radang selaput otak) dan epiglotitis (radang penutup jalan napas) pada balita, dengan risiko kematian dan kecacatan jangka panjang. 


Setelah program imunisasi Hib berjalan luas, angka penyakit ini turun derastis. Efektivitas vaksin diperkirakan sekitar 95% terhadap penyakit Hib invasif. Namun kuman ini belum hilang dan perlindungan komunitas harus dijaga dengan cakupan imunisasi yang tinggi.


Mengapa Bayi dan Newborn Sangat Rentan?

Sistem kekebalan bayi, terutama bayi baru lahir, belum matang. Antibodi dari ibu hanya bertahan sementara dan tidak cukup untuk menghadapi bakteri dan virus ganas seperti difteri, tetanus, pertussis, polio, Hepatitis B, dan Hib. 


Banyak data global menunjukkan bahwa tanpa imunisasi, penyakit-penyakit ini dapat menyebabkan angka kesakitan dan kematian yang tinggi pada tahun-tahun pertama kehidupan. Vaksin memberikan “pelatihan” aman bagi sistem imun, sehingga bila suatu saat terpapar kuman yang asli, tubuh sudah siap melawan.


Vaksin Hexavalent: Satu Suntikan, Proteksi terhadap 6 Penyakit

Saat ini tersedia vaksin enam kombinasi dalam satu sediaan (hexavalent) yang melindungi dari difteri, tetanus, pertussis (acellular), Hepatitis B, polio (IPV), dan Hib. Semua sekaligus dalam satu suntikan. Kombinasi seperti DTaP-IPV-HB-Hib atau varian sejenis telah dikembangkan dan dipakai dalam berbagai program imunisasi di berbagai negara dunia. 


Data menunjukkan bahwa vaksin ini memberikan respon imun yang baik dan profil keamanan yang dapat diterima pada bayi. Ulasan dan studi keamanan, termasuk penelitian terbaru kombinasi DTaP–IPV–Hib generasi baru, mendukung bahwa vaksin kombinasi ini ditoleransi dengan baik, dengan efek samping lokal yang ringan dan sementara. 


Keunggulan vaksin hexavalent:

  • Lebih sedikit suntikan, sehingga bayi lebih nyaman.
  • Jadwal imunisasi lebih sederhana dan mudah diingat orang tua.
  • Perlindungan luas terhadap enam penyakit berbahaya sekaligus.


Pesan untuk Orang Tua: Penyakitnya Masih Ada, Jangan Menunggu Sampai Terlambat

Difteri, tetanus, pertussis, polio, Hepatitis B, dan Hib masih ada sampai saat ini. Kasus-kasus berat masih dilaporkan di berbagai negara ketika cakupan vaksin turun atau ada kelompok anak yang terlambat atau tidak diimunisasi. Bayi yang tampak sehat hari ini tetap rentan bila belum mendapatkan vaksin sesuai jadwal.


Langkah paling realistis yang bisa kita lakukan sebagai orang tua adalah memastikan anak menerima imunisasi dasar lengkap. Bila ragu atau punya kekhawatiran, bicarakan dengan dokter atau tenaga medis terdekat.


Dapatkan penjelasan terkait manfaat, efek samping, dan risiko berdasarkan data ilmiah dari sumber terpercaya. Dengan vaksinasi lengkap tepat waktu, kita memberi bayi peluang terbaik untuk tumbuh sehat dan terhindar dari enam penyakit serius yang sebenarnya bisa kita cegah.


Lindungi Si Kecil dari 6 Penyakit Berbahaya dengan Satu Suntikan

Menunda imunisasi berarti membiarkan Si Kecil rentan terhadap risiko infeksi serius. Pastikan jadwal vaksinasi dasarnya terpenuhi tepat waktu tanpa drama suntikan berulang melalui layanan vaksin kombinasi di Vaccination Hub.


Konsultasikan kebutuhan imunisasi anak langsung dengan tenaga medis profesional kami dan jadwalkan sesi vaksinasi yang aman dan nyaman.


👉 [Booking Jadwal Vaksinasi Si Kecil di Vaccination Hub Sekarang]

  • Hepatitis B Vaccination at Birth: Safety, Effectiveness, and Public Health Benefit. DOI: 10.1542/peds.2025-075783
  • Invasive Haemophilus influenzae Type b (Hib) Infection in a Fully Vaccinated Child: A Case Report. DOI: 10.3390/diseases14060204
  • Haemophilus influenzae Type b Vaccine. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK553112
  • Hib Vaccines: Their Impact on Haemophilus influenzae Type b Disease.
    https://academic.oup.com/jid/article/224/Supplement_4/S321/6378086
  • Diphtheria Tetanus Pertussis (DTaP) Vaccine.
    https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK545173/
  • Preliminary safety evaluation of a diphtheria, tetanus, acellular component pertussis, Sabin inactivated poliovirus and Haemophilus influenzae type b combination vaccine (DTacP-sIPV/Hib). DOI: 10.1016/j.vaccine.2026.128277

Memuat...

Ulasan Pembaca

0(0 Ulasan)