Kesehatan Anak

Checklist Sebelum Anak Diimunisasi, Apa Yang Perlu Disiapkan Orang Tua?

dr. Steven Alviano Yuwono, 11 Sep 2026

Ditinjau Oleh Tim Medis Klikdokter

|0/5.0(0 Ulasan)

Kenali vaksin heksavalen untuk 6 penyakit anak, cara cek kesehatan sebelum imunisasi, tips persiapan fisik, mental, dan apa yang harus dilakukan di faskes.

Checklist Sebelum Anak Diimunisasi, Apa Yang Perlu Disiapkan Orang Tua?

Pahami Terlebih Dulu, Vaksin Apa yang Akan Diberikan?

Saat ini banyak digunakan vaksin “heksavalen”, yaitu satu suntikan vaksin yang dapat melindungi dari enam penyakit sekaligus: difteri, tetanus, pertussis, hepatitis B, polio, dan Hib. Berbagai data penelitian dan pemantauan menunjukkan bahwa vaksin kombinasi ini aman, dan sangat imunogenik yang artinya mampu membentuk antibodi pelindung, serta memiliki profil efek samping serius yang sangat jarang terjadi.


Berdasar dari studi terbaru di beberapa negara juga menegaskan bahwa beberapa merek vaksin heksavalen yang kini tersedia memiliki profil keamanan yang baik dan menimbulkan efek perlindungan yang sebanding, meski reaksi ringan seperti demam atau bengkak di tempat suntikan dapat terjadi pada beberapa kasus.


Checklist sebelum Vaksin


Sebelum Hari-H Vaksinasi, Cek dan Pastikan Kesehatan Dasar Anak.


1. Apakah Anak sedang Demam saat Mau Imunisasi?
Jika demam tinggi (≥38,5 °C), sebaiknya batalkan dulu dan jadwalkan ulang. Demam ringan, batuk pilek ringan, atau diare ringan biasanya bukan alasan untuk menunda, tetapi tetap diskusikan dengan dokter atau petugas imunisasi.

2. Riwayat Alergi Berat terhadap Vaksin Sebelumnya
Bila setelah vaksin terdahulu anak pernah mengalami reaksi alergi berat (misalnya sesak napas, bengkak bibir/wajah, pingsan, atau harus dirawat), ceritakan secara rinci ke dokter. Reaksi alergi berat terhadap komponen vaksin dapat menjadi salah satu kontraindikasi vaksin.

3. Riwayat Kejang
Jika anak pernah kejang (demam atau tanpa demam), bawa catatan atau ringkasan medis dan sampaikan ke dokter sebelum vaksin. Hal ini penting sebagai langkah persiapan, mengingat beberapa jenis vaksin dapat memicu efek samping berupa demam.

4. Riwayat Penyakit Kronis atau Lahir Prematur
Ceritakan semua riwayat penyakit yang ada pada anak secara terbuka pada dokter atau petugas medis, termasuk riwayat bila anak lahir prematur. Anak yang lahir prematur memiliki resiko lebih tinggi untuk terkena infeksi berat, sehingga vaksinasi sangatlah penting. Studi pada bayi prematur menunjukkan vaksin heksavalen aman dan membentuk perlindungan antibodi yang baik dan sebanding dengan bayi cukup bulan.


Baca Artikel Lainnya: Yuk, Ketahui Jarak dan Jadwal Imunisasi Anak


Hal yang Perlu Disiapkan Orang Tua:


1. Dokumen dan Informasi
Buku KIA/buku imunisasi anak, catatan vaksinasi sebelumnya, dan bila ada hasil pemeriksaan yang relevan (misalnya daftar obat yang dikonsumsi, riwayat medis, ringkasan rawat inap). Siapkan juga catat pertanyaan yang ingin Kamu tanyakan.

2. Persiapan Fisik dan Mental Anak
Pastikan anak cukup tidur dan sudah makan/menyusu sebelum berangkat, agar lebih tenang saat disuntik. Untuk bayi, menyusui sebelum dan sesudah penyuntikan terbukti membantu mengurangi rasa nyeri dan stres pada anak. Bawa pula benda favorit anak (boneka, selimut kecil) untuk membantu anak lebih tenang.

3. Persiapan Orang Tua
Cari informasi dari sumber terpercaya (dokter, referensi medis terpercaya), dan bukan hanya dari media sosial yang tidak jelas sumber ilmiahnya.


Setibanya di Fasilitas Kesehatan, Hal yang Sebaiknya Kamu lakukan:


1. Konfirmasi Jenis dan Jadwal Vaksin.
Tanyakan pada dokter atau petugas medis, vaksin untuk penyakit apa yang akan diberikan, saat ini dosis atau pemberian ke berapa, serta kapan jadwal vaksinasi selanjutnya. Untuk memastikan vaksinasi sesuai dengan jadwal dan indikasi. Merujuk pada WHO bahwa penjelasan singkat namun jelas terkait jadwal vaksin merupakan informasi penting yang perlu diketahui oleh orang tua.


2. Sampaikan Kondisi Anak secara Apa Adanya.
Ceritakan jika anak baru sembuh dari sakit tertentu atau infeksi berat, dirawat di rumah sakit, menjalani pengobatan tertentu, memiliki kondisi medis tertentu atau memiliki kondisi imun yang lemah. Ini membantu dokter dan tenaga kesehatan menilai apakah vaksinasi hari itu aman untuk diberikan atau perlu ditunda.


3. Tanyakan Cara Mengatasi Efek Samping Ringan yang Mungkin Terjadi
Setelah mendapatkan vaksinasi, dapat terjadi beberapa efek samping ringan yang sering kali disebut juga sebagai KIPI atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi. Umumnya hal ini bersifat ringan dan dapat mereda atau sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari. KIPI yang dapat timbul antara lain:

  1. Demam ringan 1–2 hari
  2. Kemerahan/nyeri di tempat suntikan
  3. Rewel atau sedikit penurunan nafsu makan

Sebagai orang tua, wajar bila ada rasa khawatir sebelum anak disuntik. Namun data dari berbagai uji klinis, penelitian, dan pemantauan selama puluhan tahun menunjukkan bahwa vaksin kombinasi DTaP-HepB-IPV-Hib aman, efektif, dan menjadi salah satu proteksi terbaik untuk mencegah penyakit berat yang dulu sering berakibat fatal pada bayi dan balita. Dengan menyiapkan diri, bertanya, dan memantau anak dengan baik, Kamu sudah mengambil langkah besar untuk melindungi kesehatan buah hati Kamu.


Baca Artikel Lainnya: Selain Imunisasi Wajib, Perlukah Imunisasi Tambahan untuk Anak Anda?


Lindungi buah hati dari enam penyakit berbahaya sekaligus dengan vaksin heksavalen yang aman dan praktis. Jangan tunggu sampai terlambat, jadwalkan konsultasi dan vaksinasi anak sekarang juga di Vaccination Hub

  • Diphtheria, Tetanus, and Pertussis Vaccine Safety. https://www.cdc.gov/vaccine-safety/vaccines/dtap-tdap.html

  • Licensure of a Diphtheria and Tetanus Toxoids and Acellular Pertussis, Inactivated Poliovirus, Haemophilus influenzae Type b Conjugate, and Hepatitis B Vaccine, and Guidance for Use in Infants. https://www.cdc.gov/mmwr/volumes/69/wr/mm6905a5.htm

  • WHO recommendations for routine immunization – summary tables. https://www.who.int/teams/immunization-vaccines-and-biologicals/policies/who-recommendations-for-routine-immunization---summary-tables

  • Hexavalent DTaP/IPV/Hib/HepB combination vaccine: information for healthcare practitioners. 2024. https://www.gov.uk/government/publications/hexavalent-combination-vaccine-programme-guidance/hexavalent-dtapipvhibhepb-combination-vaccine-information-for-healthcare-practitioners

  • DTaP-IPV-HB-Hib vaccine (Hexaxim): an update 10 years after first licensure.DOI: 10.1080/14760584.2023.2280236

  • Comparative safety evaluation of pentavalent (DTaP-IPV-Hib) and hexavalent (DTaP-IPV-Hib-HepB) vaccines in infants: a real-world analysis based on VAERS. DOI: 10.3389/fcimb.2025.1666509

Memuat...

Ulasan Pembaca

0(0 Ulasan)