Keputihan merupakan kondisi keluarnya cairan lendir dari organ vagina, yang dapat terkait dengan hormon kesuburan (estrogen) wanita. Keputihan secara umum dibedakan menjadi keputihan normal dan tidak normal.
Keputihan normal berwarna bening keputih-putihan. Mirip seperti lendir, tekstur keputihan kental dan tak berbau. Apabila telah mengering, keputihan tampak menyerupai bercak kekuningan.
Keputihan tidak normal biasanya ditandai dengan cairan berwarna abu-abu, kehijauan, kekuningan, atau disertai bercak darah.
Baunya amis atau seperti daging busuk, konsistensi sangat padat atau bergumpal-gumpal seperti keju, berjumlah banyak disertai gatal dan perih.
Segera periksakan diri dan konsultasikan dengan dokter apabila Kamu mengalaminya. Selain itu, Kamu juga bisa terlebih dahulu mencoba beberapa cara mengatasi keputihan ini di rumah.
1. Kunyit
:format(webp)/article/RKTK8k4_LHEahOq5Fa5k-/original/004039500_1584340577-Mengatasi-Keputihan-Secara-Alami-Kunyit-shutterstock_559549843.jpg?w=3840&q=75)
Cara mengatasi keputihan secara alami yang pertama adalah dengan menggunakan kunyit.
Bumbu dapur ini mengandung senyawa berkhasiat obat yang disebut kurkumioid, yang terdiri dari kurkumin, bisdesmetoksikurkumin, dan desmetoksikumin.
Artikel Lainnya: Ciri-Ciri Keputihan Normal yang Harus Wanita Tahu
Selain itu, pada kunyit juga terdapat minyak atsiri, protein, karbohidrat, dan pati. Inilah sebabnya, kunyit dipercaya ampuh sebagai cara mengatasi keputihan secara alami, haid yang tak lancar, dan perut mulas saat haid.
Ada sejumlah penelitian yang menyebutkan bahwa kunyit dapat mencegah infeksi bakteri dan digunakan saat keputihan yang disebabkan oleh bakteri.
Cara Menggunakannya:
Untuk mengobati bacterial vaginosis (BV) sekaligus vagina yang kering, campurkan 1 sendok teh bubuk kunyit (5 gram) dengan segelas susu hangat. Minum selagi hangat dan lakukan sekali sehari untuk mendapatkan hasil maksimal.
2. Delima
Bagian akar, kulit batang, buah, kulit, dan juga bunga delima punya kandungan saponin serta flavonoid. Akar delima juga mengandung polifenol, serta bagian kulit batang, bunga, dan buah juga terdapat tanin.
Karena inilah buah delima banyak dimanfaatkan untuk mengurangi keputihan secara alami karena zatnya berkhasiat sebagai pembunuh bakteri.
Dalam beberapa jurnal, buah delima memang memiliki fungsi untuk mengatasi infeksi jamur. Namun, khusus untuk mengatasi keputihan sejauh ini belum ada jurnal yang spesifik.
Perlu diketahui, salah satu penyebab keputihan adalah infeksi jamur, meski ada penyebab lain juga.
Cara Menggunakannya:
Rebus 30 gram kulit buah delima dengan 1 liter air hingga air tersisa setengahnya. Minum air rebusan selagi hangat. Lakukan dua kali sehari.
3. Cuka Apel
Cuka apel, menurut beberapa penelitian, dapat digunakan untuk mencuci vagina. Bahan alami ini dapat membantu mengatasi dan mengobati infeksi bakteri penyebab vaginitis, vaginosis bakterialis, serta kandidiasis.
Ketika mengalami keputihan, sangat penting untuk menyeimbangkan pH vagina. Cuka apel bisa menjadi pilihan karena mengandung antiseptik dan asam yang dimilikinya dapat menurunkan, bahkan mengusir bau tidak sedap, plus memperbaiki kualitas asam pada vagina.
Cara Menggunakannya:
Campurkan cuka apel dengan air dalam bak. Kemudian, Kamu dapat berendam dalam larutan cuka selama kurang lebih 20 menit.
Artikel Lainnya: Jenis-Jenis Keputihan yang Perlu Anda Tahu
4. Plain Yoghurt
Plain yogurt atau yoghurt tawar mengandung konsentrasi bakteri lactobacillus tinggi. Mereka dapat membantu menjaga pH seimbang di area kewanitaan.
Selain itu, bakteri baik ini dapat memulihkan area yang terinfeksi jamur atau bakteri penyebab keputihan, dan membuat lingkungan vagina menjadi “tidak ramah” terhadap patogen.
Cara Menggunakannya:
Coba pilih yoghurt tanpa pemanis, khususnya Greek yoghurt. Konsumsi secara rutin.
5. Pisang
Kandungan glikemik pada pisang cukup tinggi, sehingga mampu menggantikan kebutuhan gula harian.
Untuk Kamu yang mengalami keputihan, makanan yang mengandung gula sebaiknya dihindari karena gula yang berlebih bisa memicu tumbuhnya jamur, yang jadi penyebab keputihan.
Cara Menggunakannya:
Konsumsi 2 buah pisang setiap hari selama mengalami keputihan. Pisang dapat dikonsumsi secara langsung atau dibuat jus dengan tambahan yoghurt.
6. Cranberry
Buah cranberry punya kandungan antibiotik, antijamur, serta antioksidan yang dapat mencegah bakteri menempel ke dinding vagina serta dapat mencegah keputihan.
Cara Menggunakannya:
Minum satu gelas jus cranberry tanpa gula, 2-3 kali sehari hingga masalah keputihan hilang.
7. Bawang Putih
Tak hanya membuat sedap masakan, bawang putih juga dapat dimanfaatkan sebagai cara mengatasi keputihan secara alami. Bumbu dapur ini memiliki sifat anti-bakteri.
Menurut studi, kapsul suplemen bawang putih dapat dijadikan opsi cara mengatasi keputihan akibat infeksi bakteri.
Studi lain menemukan dalam percobaan lab bawang putih cukup efektif membunuh jamur Candida, penyebab utama keputihan karena infeksi jamur.
Namun, untuk kondisi di luar lab, efektivitas bawang putih untuk keputihan karena infeksi jamur masih diperdebatkan.
Cara Menggunakannya:
Konsumsi suplemen bawang putih atau konsumsi masakan dengan bumbu bawang putih setiap harinya.
Artikel Lainnya: Bahaya di Balik Keputihan Menggumpal
8. Minyak Kelapa
Penelitian menemukan minyak kelapa bermanfaat mengatasi infeksi jamur Candida. Itu sebabnya, minyak kelapa dapat dipertimbangkan sebagai obat keputihan alami, khususnya yang disebabkan jamur.
Cara Menggunakannya:
Minyak kelapa dapat dioleskan pada vagina. Nah, itulah sejumlah cara mengatasi keputihan secara alami yang bisa Kamu coba dirumah.
Jadi, Apa Cara Mengatasi Keputihan Secara Alami di Rumah?
Beberapa bahan alami yang sering dimanfaatkan untuk membantu menjaga kesehatan area kewanitaan dan mengatasi keputihan ringan meliputi:
- Rempah & Bumbu Dapur: Kunyit (dicampur susu hangat untuk membantu mengatasi infeksi bakteri) serta bawang putih (dikonsumsi atau sebagai suplemen karena memiliki sifat antibakteri dan antijamur).
- Buah-buahan: Buah delima (air rebusan kulitnya untuk membunuh bakteri), pisang (dikonsumsi untuk menggantikan gula berlebih yang bisa memicu jamur), serta jus cranberry tanpa gula (mencegah bakteri menempel di dinding vagina).
- Probiotik & Bahan Lainnya: Plain yoghurt (seperti Greek yoghurt untuk menjaga keseimbangan pH dan bakteri baik), cuka apel (digunakan sebagai larutan berendam untuk memperbaiki pH vagina), serta minyak kelapa (dioleskan untuk membantu mengatasi infeksi jamur Candida).
Meskipun demikian, sebenarnya, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai manfaat resep rumahan untuk keputihan tersebut.
Kamu juga perlu waspada terhadap obat keputihan alami yang digunakan dengan dioleskan langsung pada vagina.
Alasannya, area kewanitaan adalah bagian sensitif, adanya kontak dengan zat asing, meski alam, berpotensi memicu iritasi dan mengganggu keseimbangan pH vagina.
Penyebab keputihan yang tidak normal berbeda-beda pada setiap wanita, sehingga penanganannya tidak bisa disamaratakan.
Jika kondisi ini terus berlanjut, bahkan memburuk, jangan ragu konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut.
Dapatkan informasi lainnya seputar kesehatan organ kewanitaan dengan mengunduh aplikasi KlikDokter.
Jaga Kesehatan Kamu dan Keluarga Lebih Praktis Bersama KlikDokter!
Ingin membaca artikel lebih mudah, belanja produk kesehatan di official shop KlikDokter, atau memantau tips medis harian? Yuk, unduh aplikasi KlikDokter sekarang juga. Jangan lupa juga untuk terhubung dengan seluruh media sosial kami melalui
👉 [Kunjungi Tautan Resmi KlikDokter di Sini]
(HNS/AYU)
- American College of Obstetricians and Gynecologists. (2020). ACOG practice bulletin no. 215: Vaginitis in nonpregnant patients. Obstetrics & Gynecology, 135(1), e1-e17.
- Centers for Disease Control and Prevention. (2021). Sexually transmitted infections treatment guidelines, 2021. U.S. Department of Health and Human Services.
:format(webp)/article/eKQ8YhwlPamaJgg0HWfoK/original/030012300_1644919698-Atasi_Keputihan_dengan_Bahan_Alami_Ini.jpg)