Kesehatan Umum

Ciri-Ciri Hepatitis B Kambuh yang Perlu Diwaspadai

Tory Diaz Alvito, 23 Sep 2026

Ditinjau oleh dr. Steven Alviano Yuwono

|0/5.0(0 Ulasan)

Ciri hepatitis B kambuh tidak selalu terlihat jelas. Kenali tanda flare hepatitis B, pemeriksaan yang dibutuhkan, dan kapan harus segera mencari pertolongan.

Ciri-Ciri Hepatitis B Kambuh yang Perlu Diwaspadai

Hepatitis B merupakan infeksi yang disebabkan oleh hepatitis B virus (HBV) dan dapat berkembang menjadi infeksi kronis. Pada sebagian penderita, aktivitas virus dan peradangan hati dapat berubah dari waktu ke waktu. Kondisi ini sering disebut sebagai hepatitis B kambuh, meskipun secara medis istilah yang lebih tepat adalah hepatitis B flare atau reaktivasi, tergantung kondisi pasien.


Masalahnya, ciri-ciri hepatitis B kambuh tidak selalu mudah dikenali. Sebagian flare bahkan dapat berlangsung tanpa gejala sehingga pemeriksaan darah menjadi sangat penting untuk mengetahui apakah penyakit sedang kembali aktif.


Apa yang Dimaksud Hepatitis B Kambuh?

Pada hepatitis B kronis, flare ditandai oleh peningkatan aktivitas peradangan hati yang biasanya tercermin dari kenaikan enzim hati, terutama ALT, dan dapat disertai peningkatan jumlah HBV DNA dalam darah. Review dalam Lancet Gastroenterology & Hepatology menjelaskan bahwa flare dapat terjadi secara spontan maupun dalam kondisi tertentu seperti setelah penghentian terapi antivirus atau saat sistem imun mengalami perubahan.


Reaktivasi juga dapat dipicu oleh terapi yang menekan sistem kekebalan tubuh, seperti kemoterapi atau obat imunosupresif. Karena itu, orang dengan riwayat hepatitis B perlu memberi tahu dokter sebelum menjalani terapi tersebut.


Baca Artikel Lainnya: Siapa Paling Berisiko Tertular Hepatitis B?


Ciri-Ciri Hepatitis B Kambuh

Jika flare menimbulkan gejala, keluhannya dapat menyerupai hepatitis akut. Berdasarkan studi klinis pada pasien dengan eksaserbasi hepatitis B kronis, keluhan yang cukup sering ditemukan adalah:

  • Mudah lelah atau lemas
  • Nafsu makan menurun
  • Mual
  • Nyeri atau tidak nyaman di perut, terutama bagian kanan atas
  • Kulit dan bagian putih mata menguning (jaundice)
  • Urine berwarna lebih gelap
  • Demam atau rasa tidak enak badan
  • Pada sebagian orang dapat muncul gatal atau muntah.

Yang perlu diperhatikan, ciri-ciri hepatitis B kambuh tidak harus muncul semuanya. Bahkan, seseorang dapat mengalami peningkatan HBV DNA dan ALT tanpa merasakan keluhan berarti. Kondisi inilah yang membuat pemantauan rutin menjadi penting pada hepatitis B kronis.


Baca Artikel Lainnya: Bisakah Penyakit Hepatitis B Disembuhkan?


Apakah Gejala Saja Cukup untuk Mengetahui Hepatitis B Kambuh?

Tidak. Gejala dapat membantu menimbulkan kecurigaan, tetapi tidak dapat memastikan flare.

Dokter dapat melakukan pemeriksaan seperti:

  • ALT dan AST untuk melihat peradangan atau kerusakan hati
  • HBV DNA untuk menilai aktivitas virus
  • Pemeriksaan bilirubin dan fungsi pembekuan darah
  • Pemeriksaan hepatitis B lainnya sesuai kondisi pasien

Pemeriksaan tersebut diperlukan karena peningkatan enzim hati tidak selalu disebabkan oleh hepatitis B. Penyebab lain seperti infeksi lain, obat tertentu, alkohol, atau penyakit hati lainnya juga perlu dipertimbangkan.


Kapan Harus Segera ke Dokter?

Jika memiliki hepatitis B dan mengalami ciri-ciri hepatitis B kambuh, sebaiknya jangan menunggu gejala menjadi berat. Segera periksakan diri terutama jika muncul mata atau kulit menguning, urine sangat gelap, nyeri perut berat, muntah terus-menerus, perdarahan, kebingungan, atau penurunan kesadaran.


Flare berat dapat berkembang menjadi dekompensasi hati atau acute-on-chronic liver failure, yang membutuhkan penanganan segera.


Pengobatan bergantung pada hasil pemeriksaan dan kondisi hati. Pada pasien tertentu, dokter dapat memberikan atau menyesuaikan terapi antivirus. Karena itu, jangan menghentikan obat hepatitis B sendiri meskipun gejala sudah membaik.


Jangan Lupa Melindungi Keluarga

Hepatitis B dapat dicegah dengan vaksinasi. Namun, vaksin hepatitis B bukan untuk mengobati hepatitis B yang sudah ada. Vaksin terutama penting bagi anggota keluarga dan pasangan seksual yang belum memiliki kekebalan. WHO merekomendasikan vaksinasi bagi kontak rumah tangga dan seksual dari penderita hepatitis B kronis yang belum terlindungi.

Untuk membantu melindungi keluarga, Kamu dapat melakukan:


[Booking Vaksin Melalui Vaccination Hub KlikDokter]


Pemeriksaan dan vaksinasi yang tepat dapat membantu mencegah penularan sejak dini. Memahami ciri-ciri hepatitis B kambuh memang penting, tetapi yang tidak kalah penting adalah melakukan pemantauan rutin. Karena flare bisa terjadi tanpa gejala, pemeriksaan medis tetap menjadi cara paling tepat untuk mengetahui kondisi hepatitis B dan menentukan langkah penanganannya.


Baca Artikel Lainnya: Pentingnya Vaksin Hepatitis B untuk Dewasa

  • Ghany MG, Feld JJ, Chang KM, Chan HL-Y, Lok AS. Serum alanine aminotransferase flares in chronic hepatitis B infection: the good and the bad. Lancet Gastroenterology & Hepatology. 2020;5(4):406–417. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/32057301/
  • Lim SG, Buti M, Feld JJ, et al. Severe hepatitis B flare and liver failure: current assessment and management. Clinical and Molecular Hepatology. 2026;32(3):1117–1134. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/41846518/
  • Jeng WJ, Yip TC-F, Lok AS. Hepatitis B: A Review. JAMA. 2026;335(21):1879–1892.
    https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/42081318/
  • American Association for the Study of Liver Diseases. Hepatitis B Reactivation and Prevention.
    https://www.aasld.org/liver-fellow-network/core-series/clinical-pearls/hep-hep-hepatitis
  • World Health Organization. Hepatitis B. 2026. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hepatitis-b
  • World Health Organization. Guidelines for the prevention, diagnosis, care and treatment for people with chronic hepatitis B infection. 2024. https://www.who.int/publications/i/item/9789240090903

Memuat...

Ulasan Pembaca

0(0 Ulasan)