Konten ekstrem demi views? Kadang harganya terlalu mahal
Seorang food vlogger asal Filipina bernama Emma Amit (51) dilaporkan meninggal dunia usai menyantap sejenis kepiting beracun yang dikenal sebagai kepiting setan (devil crab). Emma Amit dalam video yang ia unggah di sosial medianya terlihat berburu kepiting beracun tersebut, kemudian memasak kepiting-kepiting tersebut dan mencicipi salah satu kepiting. Setelah memakan kepiting tersebut ia mengalami gejala keracunan lalu kehilangan kesadarannya dan dilarikan ke rumah sakit, namun sangat disayangkan berselang dua hari kemudian, nyawanya tidak tertolong. Temannya yang turut memakan kepiting yang sama dilaporkan meninggal.
Kepiting yang dimaksud diduga kuat adalah Zosimus aeneus, sejenis kepiting terumbu karang beracun yang hidup di wilayah Indo-Pasifik, termasuk Indonesia.
Artikel Lainnya: Kenali Gejala Keracunan Makanan
Memangnya Seberapa Berbahayanya Kepiting Setan Ini?
“Kepiting setan” bukan sekadar nama, melainkan dapat menjadi sebuah peringatan bagi kita untuk tidak mengonsumsinya karena ia termasuk salah satu kepiting paling beracun di kawasan Indo-Pasifik termasuk Indonesia. Bahaya utama dari kepiting ini berasal dari racun yang terkandung di dagingnya, yaitu:
Tetrodotoksin
Merupakan salah satu neurotoksin kuat yang dapat ditemukan pula pada ikan buntal (pufferfish). Zat ini dapat memblokir kanal natrium pada sel saraf, menyebabkan transmisi sinyal saraf terhenti sehingga terjadi kelumpuhan otot dan gangguan pernapasan.
Baca Artikel Lainnya: 16 Fakta dan Cara Mengatasi Keracunan Ikan Buntal
Saxitoksin
Neurotoksin ini biasanya terkait dengan paralytic shallfish poisoning (keracunan kerang paralitik) dan sangat kuat. Saxitoksin juga dapat menghambat fungsi saraf mirip tetrodotoksin, dapat menyebabkan fungsi saraf terhambat, memicu paralisis progresif, bahkan dalam jumlah kecil.
Perlu diperhatikan adalah racun-racun ini tidak dapat hilang meskipun kepiting sudah dimasak. Sehingga, memakan kepiting ini masih dapat menyebabkan keracunan fatal dalam hitungan jam.
Banyak ahli biologi kelautan mengatakan racun ini diduga berasal dari mikroorganisme atau alga yang dimakan kepiting, sehingga bukan racun yang diproduksi oleh kepiting itu sendiri.
Gejala yang timbulkan oleh Kepiting Setan Setelah dikonsumsi
Kandungan toksin pada kepiting setan yang berupa neurotoksin yang kuat, akan menimbulkan gejala keracunan yang cepat setelah di konsumsi, biasanya dalam hitungan jam:
Reaksi awal yang biasanya muncul meliputi:
- Mati rasa dan sensasi kesemutan pada bibir, lidah, wajah, serta anggota tubuh
- Sakit kepala, pusing, atau sensasi ringan seperti melayang
- Keringat berlebihan dan produksi air liur meningkat
- Kesulitan bergerak atau kelemahan pada tubuh
- Mual, muntah, diare, atau nyeri perut
- Gangguan bicara atau kesulitan berbicara
Reaksi fase lanjut:
- Kelumpuhan yang semakin parah
- Kesulitan bernapas atau sesak napas
- Irama jantung abnormal
- Tekanan darah abnormal
- Penurunan kesadaran hingga koma
- Henti napas dan kematian
Mekanisme racun yang bekerja pada sistem saraf, cepat atau lambat akan memicu paralisis pernapasan, yang merupakan penyebab utama kematian jika tidak segera ditangani secara medis. Pasien sadar namun tidak dapat bernapas, dalam kondisi ini ventilator sangat dibutuhkan untuk membantu pernafasan pasien
Penanganan Saat Terkonsumsi
Sayangnya, tidak ada antitoksin yang spesifik untuk mengatasi racun yang terdapat pada kepiting setan ini. Obat yang dapat digunakan hanya bersifat suportif yang artinya hanya membantu tubuh mempertahankan fungsi dasar sambil menunggu racun terurai.
Penanganan paling tepat adalah pencegahan:
- Jangan pernah mengonsumsi kepiting setan, karena proses pemasakan pun tidak dapat menonaktifkan toksinnya
- Tidak ada penawar khusus seperti pada keracunan toksin pufferfish
- Jika terlanjur ditelan dan gejala mulai muncul, segera cari bantuan medis darurat
Penanganan medis biasanya meliputi:
- Memastikan jalan napas dan pernapasan tetap terbuka
- Pemberian oksigen
- Pemantauan fungsi jantung dan saraf
- Terapi suportif seperti cairan infus
Jika pasien dapat bertahan melewati fase kritis 24-48 jam, peluang pemulihan meningkat karena tubuh perlahan mengeliminasi racun. Sehingga, penanganan cepat di fasilitas kesehatan sangat dibutuhkan untuk meningkatkan peluang hidup.
Artikel Lainnya: 5 Pertolongan Pertama pada Keracunan Makanan
Ini Ciri-Ciri dari Kepiting Setan yang Perlu Diperhatikan
- Kepiting setan memiliki warna cangkang mencolok, biasanya bercampur antara cokelat-keabu-abuan dengan motif warna cerah yang kontras.
- Berhabitat di sekitar terumbu karang dan hutan bakau di kawasan Indo-Pasifik
- Ukuran umumnya kecil hingga sedang, tetapi penampilan terkadang membuat kita jadi tertarik dengan keberadaannya
Kepiting ini terkadang terlihat mirip dengan beberapa kepiting yang aman dimakan, identifikasi yang salah dapat berakibat fatal sehingga perlu diperhatikan baik-baik saat ingin mengkonsumsi hewan yang tidak kita ketahui.
Selain, kepiting setan atau devil crab terdapat beberapa kepiting lainnya yang berbahaya untuk dikonsumsi yang tersebar di perairan Indonesia, antara lain:
- Moon Crab ‘AtergatisFloridus’ yang mengandung tetrodoktoksin
- Platypodia granulosa mengandung neurotoksik
- Demania toxica
IBT. What Is Devil Crab? The Deadly Crustacean Linked to Food Vlogger Emma Amit's Death. Diakses 2 Maret 2026. https://www.ibtimes.co.uk/what-devil-crab-deadly-crustacean-linked-food-vlogger-emma-amits-death-1778382
Sealifebase.SpeciesSummary. Diakses 2 Maret 2026. https://sealifebase.ca/summary/SpeciesSummary.php?id=21465&lang=bahasa
CDC. Tetrodotoxin. Diakses 23 Maret 2026. https://www.cdc.gov/niosh/ershdb/emergencyresponsecard_29750019.html
Loveandaman. What Is Devil Reef Crab? Is It Found in Thailand, and Is It Really Dangerous?. Diakses 2 Maret 2026. https://www.loveandaman.com/marine-animal-en/devil-reef-crab-in-thailand/
Soyummy. 51-Year-Old Vlogger Dies After Eating Poisonous ‘Devil Crab’ in Viral Video. Diakses 2 Maret 2026. https://soyummy.com/uncategorized/51-year-old-vlogger-dies-after-eating-poisonous-devil-crab-in-viral-video/
Dentingnews. Vlogger Filipina Meninggal Setelah Makan 'Kepiting Setan'. Diakses 2 Maret 2026. https://dentingnews.com/news/detail/5532/vlogger-filipina-meninggal-setelah-makan-kepiting-setan
Hurley, W., et al. 2014. Paralytic Shellfish Poisoning: A Case Series. 15(4):378–381. Diakses 23 Maret 2026. https://doi.org/10.5811/westjem.2014.4.16279
:format(webp)/article/2AGGzIIZ9MXH8BcJlwRCw/original/4e6c2yw6mtv4e6vnv6z6gxtrnqgmopg1.jpeg)