Kesehatan Balita

Bayi Kepala Lonjong, Kenali Penyebabnya, Pencegahan dan Cara Mengatasinya

Klikdokter, 29 Mei 2026

Ditinjau Oleh Tim Medis Klikdokter

Kepala bayi yang lonjong sering membuat orang tua khawatir. Simak penyebab, cara pencegahan, dan penanganan yang tepat agar tumbuh kembang tetap optimal.

Bayi Kepala Lonjong, Kenali Penyebabnya, Pencegahan dan Cara Mengatasinya

Perubahan bentuk kepala pada bayi sering menjadi sumber kekhawatiran bagi orang tua, terutama ketika kepala tampak lebih lonjong atau tidak simetris dibandingkan bayi lain. Kondisi ini sebenarnya cukup umum terjadi, terutama dalam beberapa bulan pertama kehidupan, dan dalam banyak kasus tidak berbahaya. 

Namun, penting untuk memahami penyebabnya secara menyeluruh agar dapat membedakan kondisi yang normal dengan yang memerlukan perhatian medis lebih lanjut. 

Mengapa Bentuk Kepala Bayi Bisa Berubah? 

Saat lahir, tengkorak bayi belum sepenuhnya keras. Tulang-tulangnya masih lunak dan fleksibel, dipisahkan oleh celah yang disebut sutura. Struktur ini memiliki fungsi penting, yaitu: 

  • Memudahkan bayi melewati jalan lahir saat persalinan  
  • Memberikan ruang bagi pertumbuhan otak yang sangat cepat di tahun pertama kehidupan  

Karena sifatnya yang masih lunak, tengkorak bayi sangat mudah berubah bentuk akibat tekanan tertentu, baik selama kehamilan, proses persalinan, maupun setelah lahir. 

Jenis Bentuk Kepala yang Sering Terjadi 

Beberapa bentuk perubahan kepala yang umum ditemukan antara lain: 

  • Kepala memanjang (dolichocephaly) 
    Kepala tampak lebih panjang dari depan ke belakang dan lebih sempit dari sisi ke sisi.  
  • Kepala datar di satu sisi (plagiocephaly) 
    Terjadi perataan pada satu sisi kepala, yang bisa menyebabkan asimetri pada wajah.  

Kedua kondisi ini umumnya termasuk dalam kategori deformational head shape, yaitu perubahan bentuk akibat tekanan eksternal, bukan kelainan struktur bawaan. 

Penyebab Kepala Lonjong pada Bayi 

Perubahan bentuk kepala bayi tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan dipengaruhi oleh berbagai faktor sejak dalam kandungan hingga setelah lahir. 

1. Posisi Bayi di Dalam Kandungan 

Ruang di dalam rahim terbatas, terutama pada trimester akhir. Posisi tertentu dapat memberikan tekanan pada bagian kepala bayi. 

Tekanan ini dapat menyebabkan bentuk kepala sedikit berubah bahkan sebelum bayi lahir.

2. Tekanan Saat Proses Persalinan 

Saat persalinan normal, kepala bayi harus melewati jalan lahir yang sempit. Untuk mempermudah proses ini, tulang tengkorak bayi dapat saling tumpang tindih, yang disebut sebagai molding. 

  • Kepala tampak memanjang setelah lahir  
  • Biasanya kembali normal dalam beberapa hari hingga minggu  
  • Tidak berbahaya dalam sebagian besar kasus 

3. Posisi Tidur Setelah Lahir 

Ini adalah penyebab paling umum setelah bayi lahir. 

  • Bayi sering tidur dalam posisi yang sama  
  • Tekanan terus-menerus pada satu sisi kepala  
  • Kurangnya variasi posisi  

Fenomena ini meningkat sejak kampanye “Back to Sleep” untuk mencegah SIDS, di mana bayi dianjurkan tidur telentang. 

4. Keterbatasan Gerak Leher (Torticollis) 

Beberapa bayi mengalami kekakuan otot leher sehingga lebih sering memiringkan kepala ke satu sisi. 

  • Menyebabkan tekanan berulang pada area tertentu  
  • Berkontribusi pada plagiocephaly 

Baca Artikel Terkait: Flat Heat Syndrome, Penyebab Kepala Bayi Datar 

Cara Mencegah Kepala Lonjong pada Bayi 

Pencegahan berfokus pada mengurangi tekanan berulang pada satu area kepala bayi. 

Beberapa langkah yang dapat dilakukan: 

1. Variasi Posisi Tidur dan Aktivitas 

  • Ubah posisi kepala bayi secara berkala saat tidur  
  • Alternatif arah kepala saat meletakkan bayi di tempat tidur  
  • Hindari posisi yang sama terus-menerus 

2. Tummy Time (Waktu Tengkurap) 

Latihan tengkurap sangat penting untuk perkembangan motorik dan bentuk kepala. 

  • Lakukan saat bayi terjaga dan diawasi  
  • Mulai dari beberapa menit per hari, lalu tingkatkan  
  • Membantu mengurangi tekanan pada bagian belakang kepala 

Baca Artikel Lainnya: Yuk, Buat Anak Rutin Melakukan Tummy Time 

3. Mengurangi Waktu di Permukaan Datar 

  • Batasi penggunaan car seat, stroller, atau bouncer terlalu lama  
  • Lebih sering menggendong bayi 

4. Stimulasi dari Berbagai Arah 

  • Letakkan mainan di sisi berbeda  
  • Ajak bayi melihat ke berbagai arah  
  • Membantu distribusi tekanan lebih merata 

Cara Mengatasi Kepala Bayi yang Sudah Lonjong 

Jika bentuk kepala sudah terlihat tidak simetris, penanganan tergantung pada tingkat keparahan. 

1. Reposisi (Positioning Therapy) 

Ini adalah langkah awal yang paling umum dan efektif. 

  • Mengubah posisi tidur secara rutin  
  • Meningkatkan tummy time  
  • Menghindari tekanan pada sisi yang datar  

Biasanya efektif pada usia di bawah 6 bulan. 

2. Fisioterapi 

Jika disebabkan oleh torticollis: 

  • Latihan peregangan otot leher  
  • Dipandu oleh tenaga medis  
  • Membantu bayi lebih fleksibel dalam menggerakkan kepala 

3. Helmet Therapy (Helm Khusus) 

Digunakan pada kasus sedang hingga berat. 

  • Helm membantu membentuk ulang kepala secara bertahap  
  • Biasanya digunakan pada usia 4–12 bulan  
  • Harus direkomendasikan oleh dokter spesialis 

4. Evaluasi Medis Lanjutan 

Jika dicurigai kondisi seperti craniosynostosis: 

  • Diperlukan pemeriksaan lanjutan (CT scan atau imaging)  
  • Penanganan bisa melibatkan tindakan bedah 

Baca Artikel Lainnya: Kepala Peyang pada Bayi, Bisa Diperbaiki? 

Kapan Harus ke Dokter? 

Tidak semua kepala lonjong berbahaya, tetapi ada tanda yang perlu diwaspadai: 

  • Bentuk kepala tidak membaik setelah beberapa bulan  
  • Asimetri wajah semakin jelas  
  • Bayi kesulitan menggerakkan leher  
  • Pertumbuhan kepala tidak normal  
  • Teraba garis keras pada tengkorak  

Jika tanda-tanda ini muncul, penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter anak atau spesialis. 

Ingin tahu lebih banyak informasi kesehatan terpercaya lainnya? Baca artikel lengkap lainnya di KlikDokter. Jangan lupa juga untuk follow dan update informasi kesehatan terbaru melalui media sosial resmi KlikDokter agar kamu tidak ketinggalan tips kesehatan harian yang praktis dan terpercaya. 

  • National Health Service. 2023. Plagiocephaly and Brachycephaly (Flat Head Syndrome). NHS UK. Diakses pada 25 Mei 2026: https://www.nhs.uk/conditions/flat-head-syndrome-plagiocephaly-brachycephaly/ 
  • Johns Hopkins Medicine. 2024. Deformational Plagiocephaly. Johns Hopkins Medicine. Diakses pada 25 Mei 2026: https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/deformational-plagiocephaly 
  • Laughlin J, Luerssen TG, Dias MS. 2011. Prevention and Management of Positional Skull Deformities in Infants. Pediatrics, Vol. 128(6). Diakses pada 25 Mei 2026: https://doi.org/10.1542/peds.2011-2220