Kesehatan Anak

Cara Menghadapi Demam Berdarah pada Anak

Demam berdarah pada anak bisa berbahaya jika tidak ditangani dengan cepat. Ketahui gejala, penyebab, serta cara mengatasi dan mencegahnya agar si kecil tetap sehat.

Cara Menghadapi Demam Berdarah pada Anak

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang sering ditemukan di Indonesia, terutama selama musim hujan. Penyakit ini disebabkan oleh virus dengue, yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Nyamuk-nyamuk ini banyak berkembang biak di daerah tropis dan subtropis, termasuk Indonesia. DBD dapat menyerang siapa saja, namun yang lebih mengkhawatirkan, anak-anak menjadi kelompok yang lebih rentan terhadap infeksi ini.

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), pada minggu ke-43 tahun 2024, Indonesia mencatatkan sebanyak 210.644 kasus DBD dengan 1.239 kematian di 32 provinsi. Angka ini menunjukkan betapa seriusnya ancaman yang ditimbulkan oleh penyakit ini, terutama pada anak-anak yang sistem kekebalan tubuhnya masih dalam tahap berkembang. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui cara pencegahan dan pengobatan yang tepat guna melindungi anak-anak dari bahaya DBD. Anak-anak memang lebih rentan terhadap infeksi DBD dibandingkan orang dewasa.

Beberapa faktor yang menyebabkan hal ini antara lain:

  • Sistem kekebalan tubuh anak yang belum sepenuhnya optimal dalam melawan virus.
  • Anak-anak lebih sering beraktivitas di luar rumah, di mana mereka lebih mudah terpapar gigitan nyamuk penyebab DBD.
  • Kesadaran untuk melindungi diri dari gigitan nyamuk masih rendah pada anak-anak, sehingga mereka kurang terlindungi dari ancaman penyakit ini.

Proses inkubasi virus dalam tubuh nyamuk berlangsung sekitar 12 hari. Nyamuk penyebar DBD ini biasanya berkembang biak di area-area yang tergenang air, seperti wadah-wadah air, bak mandi, atau sampah yang menampung air hujan.

Gejala Demam Berdarah pada Anak

Memahami setiap fase DBD sangat penting agar orang tua dapat mengenali gejalanya dan segera mengambil tindakan yang diperlukan. Berikut adalah tiga fase demam berdarah pada anak yang perlu diwaspadai:

1. Fase Pertama: Febrile Phase (Fase Demam Tinggi)

Fase awal DBD ini ditandai dengan demam tinggi yang bisa mencapai 40°C. Pada tahap ini, tubuh mulai bereaksi terhadap infeksi virus. Salah satu tanda khas yang sering muncul adalah bintik-bintik kemerahan di kulit, yang menandakan penurunan kadar trombosit dalam darah. Selain itu, anak juga bisa mengalami gejala berikut:

  • Nyeri di seluruh tubuh
  • Sakit kepala
  • Mual atau muntah
  • Nafsu makan menurun

Pada fase ini, penting bagi orang tua untuk memastikan anak mendapatkan cukup cairan dan istirahat, serta segera memeriksakan kondisi anak ke dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.

Artikel lainnya: Kenali Gejala Demam Berdarah Pada Bayi

2. Fase Kedua: Critical Phase (Fase Kritis)

Fase kritis merupakan tahap yang paling berbahaya dalam demam berdarah. Uniknya, di fase ini demam mulai turun, sehingga sering kali dianggap sebagai tanda pemulihan. Padahal, kondisi anak justru bisa memburuk karena adanya risiko perdarahan dan syok dengue. Gejala yang perlu diwaspadai pada fase ini meliputi:

  • Perdarahan dari hidung atau gusi
  • Mudah memar tanpa sebab jelas
  • Sakit perut hebat
  • Feses berwarna hitam (pertanda perdarahan dalam)
  • Muntah berulang

Pada kondisi yang lebih parah, anak bisa mengalami syok dengue, yang ditandai dengan:

  • Tekanan darah rendah
  • Sulit bernapas
  • Kulit terasa dingin dan lembab
  • Penurunan kesadaran

Jika anak menunjukkan tanda-tanda syok dengue, segera bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis darurat.

3. Fase Ketiga: Recovery Phase (Fase Pemulihan)

Jika anak berhasil melewati fase kritis, ia akan memasuki fase pemulihan yang berlangsung sekitar 48 hingga 72 jam. Pada tahap ini, cairan yang sebelumnya keluar dari pembuluh darah akan kembali masuk ke dalam aliran darah, sehingga kondisi tubuh perlahan membaik. Tanda-tanda pemulihan meliputi:

Meski kondisi mulai membaik, penting untuk tetap memantau kesehatan anak dan memastikan asupan cairannya cukup agar proses pemulihan berjalan optimal.

Cara Mengatasi Demam Berdarah pada Anak

Jika anak menunjukkan gejala DBD, lakukan langkah-langkah berikut:

  • Segera periksakan ke dokter untuk memastikan diagnosis dan mencegah komplikasi.
  • Berikan cukup cairan, seperti air putih, jus buah, atau oralit, untuk mencegah dehidrasi.
  • Memberikan asupan makanan tinggi nutrisi agar imunitas menjadi kuat.
  • Kompres dengan air hangat untuk membantu menurunkan demam.
  • Berikan obat pereda demam, seperti paracetamol, sesuai anjuran dokter. Hindari aspirin atau ibuprofen karena dapat meningkatkan risiko perdarahan.
  • Istirahat yang cukup agar tubuh anak lebih cepat pulih.
  • Pantau tanda-tanda bahaya, seperti muntah terus-menerus, sulit bernapas, atau tanda syok. Jika muncul, segera bawa ke rumah sakit.

Artikel lainnya: 12 Pertolongan Pertamapada Bayi yang Terkena Demam Berdarah

Pencegahan Demam Berdarah pada Anak 

Mencegah demam berdarah dengue (DBD) jauh lebih baik daripada mengobatinya. Mengingat penyakit ini ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti, langkah-langkah pencegahan yang efektif sangat penting untuk menekan risiko infeksi. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan:

  • Menjaga kebersihan lingkungan dan menghilangkan tempat-tempat perkembangbiakan nyamuk.
  • Membatasi anak keluar rumah di pagi hari dan menjelang malam
  • Melakukan program 3M (Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang) tempat penampungan air.
  • Menggunakan kelambu atau obat nyamuk saat tidur.
  • Memakai pakaian tertutup terutama saat pagi dan sore hari, saat nyamuk aktif menggigit.
  • Menanam tanaman pengusir nyamuk, seperti lavender atau serai wangi.
  • Vaksin DBD yang bisa diberikan sejak anak usia 9 tahun

Apa perbedaan Demam Berdarah dengan Flu pada Anak ?

Demam berdarah dengue (DBD) dan flu sama-sama menyebabkan demam pada anak, tetapi keduanya memiliki perbedaan signifikan dalam penyebab, gejala, serta penanganannya. Berikut adalah perbedaan utama antara DBD dan flu:

Keterangan Dengue Influenza
Penyebab  Virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Virus influenza yang menyebar melalui udara dan kontak langsung.
Cara Penularan  Gigitan nyamuk yang terinfeksi virus dengue. Percikan air liur saat batuk, bersin, atau menyentuh benda yang terkontaminasi.
Demam Tinggi mendadak (39-41°C), berlangsung 2-7 hari, sering turun sebentar lalu naik lagi. Demam sedang hingga tinggi (38-40°C), biasanya berlangsung 3-5 hari.
Nyeri otot & sendi   Nyeri hebat di otot, sendi, dan belakang mata. Nyeri ringan hingga sedang di otot dan tubuh.
Ruam atau bintik merah  Sering muncul bintik merah akibat pecahnya pembuluh darah. Jarang terjadi.
Perdarahan  Dapat terjadi mimisan, gusi berdarah, tinja hitam. Tidak ada.
Komplikasi  Syok dengue. Jarang terjadi komplikasi.

Demam berdarah pada anak bisa berakibat serius jika tidak segera ditangani. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mengenali gejala, segera mencari pertolongan medis, dan menerapkan langkah-langkah pencegahan yang tepat.

Untuk informasi lebih lengkap seputar kesehatan anak dan keluarga, kunjungi KlikDokter atau download aplikasinya di app store atau play store sekarang untuk akses konsultasi medis langsung dari dokter terpercaya

Referensi :